Selasa, 22 Juli 2025

Konferensi Perempuan Indonesia 2025 - Challenge 4

 

Challenge 4 : Nilai-nilai Luhur untuk Generasi Penerus

 

Langkah 1 : Mengenal Nilai-nilai Luhur Bangsa

Pada challenge ini saya masih berdiskusi dengan 2 anak terkait nilai-nilai luhur bangsa. Mengenalkan beberapa nilai luhur dan meminta anak-anak untuk menceritakan kira-kira keluarga kita sudah menanamkan nilai luhur tersebut atau belum dirumah.

Mana nilai yang paling sering diterapkan dalam keluarga : gotong royong

Mana nilai yang ingin kita latih lebih sering : malu berbuat salah

Apa contoh tindakan kecil yang mencerminkan nilai-nilai itu :

Gotong royong = saat pagi hari setiap anggota keluarga memiliki tugasnya masing-masing, saat saya memasak, suami yang membangunkan anak-anak dan menyapu rumah, kakak Echa menyiapkan keperluan sekolahnya sendiri dan adik Nyanya mandi dan makan tanpa banyak drama.

Siapa tokoh bangsa yang mewakili nilai tersebut : Muhammad Hatta (Bapak Koperasi Indonesia) yang menginisiasi berdirinya koperasi sebagai bentuk gotong royong di bidang ekonomi.

 

Langkah 2 : Jurnal Nilai : “Aku Agen Perubahan”

 


Langkah 3 : Bermain Peran “Nilai-Nilai dalam Aksi”

Dalam hal ini saya tidak mengacak nilai apa yang akan dipilih anak-anak dalam bermain peran, namun saya membebaskan anak-anak untuk memilih nilai luhur apa yang akan dipraktekkan.

 



Seperti diatas, kakak echa memilih nilai luhur gotong royong yaitu dengan membantu mencuci piring.

Langkah 4 : “Misi Generasi Penerus”

.

.

.

#NilaiLuhurGenerasiBangsa #AgenPerubahanKPI2025 #KeluargaPembentukBangsa

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Konferensi Perempuan Indonesia 2025 - Challenge 6

Challenge 6 : Perempuan Indonesia – Penjaga Lokalitas, Pelaku Aksi Global   Langkah 1 : Mengenali Perempuan Inspiratif Saya membaca-ba...