Challenge 2 : Sejarah Maritim dan Peran Perempuan Indonesia
Langkah 1 : Mengenal Perempuan dan Sejarah Maritim Indonesia
Ketika ada 3 pilihan pada challenge, saya langsung memilih
Nyai Gede Pinatih atau kalau disini orang menyebutnya Nyai Ageng Pinatih.
Kebetulan saya berdomisili di kota Gresik dan makam Nyai Ageng Pinatih ada dikota
ini. Masyarakat Kota Gresik mengenal Nyai Ageng Pinatih sebagai ibu angkat yang
mengasuh dan membesarkan sekaligus mendidik Joko Samudro atau lebih dikenal
dengan nama Sunan Giri, salah satu wali dari 9 wali di Pulau Jawa.
Nyai Ageng Pinatih adalah tokoh wanita Islam Gresik yang
merupakan seorang saudagar kaya raya yang sangat dihormati oleh Raja Majapahit,
dan beliau merupakan Syah Bandar wanita pertama di Gresik. Karena beliau memenuhi
syarat sebagai syahbandar yaitu menguasai berbagai bahasa, memahami ilmu
perdagangan dan memiliki relasi yang luas.
Langkah 2 : Membuat “Peta Impian Maritim Keluarga”
Kami tidak menggambar sendiri Peta Indonesia, namun menggunakan
buku Atlas Dunia dan meminta anak-anak untuk menunjuk jawaban dari
pertanyaan-pertanyaan yang saya ajukan. Kebetulan ayahnya anak-anak sedang ada
jadwal shutdown pabrik, sehingga pulangnya malem-malem jadi kami diskusi
bertiga saja.
·
Laut / pulau mana yang ingin dikunjungi / dijaga
Echa : Pulau Ambon/ Kepulauan Maluku
Nyanya : Menunjuk Pulau Komodo
·
Yang ingin dilakukan untuk laut Indonesia
Echa : Melestarikan terumbu karang, tidak
membuang sampah ke sungai/ selokan sehingga tidak merusak laut
Nyanya : membersihkan pantai
·
Cita-cita anak-anak terkait laut
Echa : Ingin naik kapal selam dan melihat
serta memperbaiki alam bawah laut yang rusak
Nyanya : Ingin berenang di laut
Langkah 3 : Menyusun Komitmen Keluarga untuk Laut
Kami bertiga kemudian berdiskusi untuk menyusun Komitmen
Keluarga untuk Laut yaitu :
“Kami sebagai keluarga Indonesia, berkomitmen untuk menjaga
laut dan budaya maritim dengan cara
-
Tidak membuang sampah sembarangan
-
Belajar tentang laut Indonesia lebih dalam
-
Tidak mengkonsumsi hewan laut sembarangan
.
.
.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar