Senin, 21 Juli 2025

Konferensi Perempuan Indonesia 2025 - Challenge 1

Challenge 1 : Refleksi Jati Diri Perempuan Indonesia



Alhamdulillah ditengah warwerwor repotnya acara keluarga (adik saya nikah), masih bisa menyempatkan diri untuk mengikuti opening dan Sesi 1 KPI secara tepat waktu. Meskipun pas ngerjain challenge ini telat banget, huhu… Tapi ku tetap berusaha mengikat makna dengan menuliskan di blog. Bukankah lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali? Materi pertama sebagai narasumber adalah ibu Runik Sri Arumdani yang merupakan Komandan Kapal Perang Pertama TNI Angkatan Laut. Sangat tidak biasa profesinya, namun ternyata sebagai seorang wanita bisa berprofesi sebagai apa saja saat kita bersungguh-sungguh dalam menjalankannya. Sehingga tidak ada yang tidak mungkin.

Langkah 1 : Diskusi Keluarga 
Meski diskusinya cuma sama adik perempuan dan ibu saya tapi tetap terasa bermakna menurut saya. Ketika pertanyaan yang muncul “Siapa perempuan Indonesia yang kami kagumi dan mengapa” Dari 1 pertanyaan ini ternyata memunculkan beberapa nama, namun akhirnya saya memilih Ibu Nurhayati Subakat sebagai perempuan yang saya kagumi. Beliau istimewa karena selain sebagai perempuan pintar, berpendidikan tinggi, bermanfaat untuk sesama juga karena brand yang beliau bangun adalah brand kosmetik pertama yang concern terhadap kehalalan. Sungguh sangat peduli dengan sesuatu yang thayyib karena pada saat itu beliau membangun brand belum terlalu banyak brand lainnya yang peduli terhadap hal tersebut. Nilai yang bisa kita contoh dari beliau adalah rejeki kita ada jatah rejeki untuk orang lain, seperti brand kosmetik yang dibangun beliau memberikan dana bantuan kepada almamaternya untuk beasiswa dan pengembangan riset. Selain itu juga saat Covid 19 melalui CSR-nya menyumbang milyaran untuk penanganan pandemi. Dari Ibu Nurhayati Subakat kita bisa belajar bersungguh-sungguhlah dalam bidangmu hingga kamu sukses dan berdampak. Setidaknya jika belum bisa berdampak untuk orang banyak, maka kita bisa bermanfaat untuk keluarga dan orang sekitar kita. 

Langkah 2 : Membuat Kolase / Pohon Keluarga Perempuan 



Diatas adalah Pohon Keluarga Perempuan milik Keluarga saya, dan memang mostly keluarga kami isinya perempuan. Disana ada ibu, tante, nenek, bahkan sepupu pun saya tuliskan karena memang sekeren itu mereka-mereka dimata saya. Setiap orang memiliki value dan dampak ke oranglain, baik keluarganya maupun masyarakat. Dan setelah saya cermati lagi ternyata memang mostly keluarga kami adalah ASN / bekerja diranah publik. Mungkin hal itu juga yg menjadi role model saya sedari kecil sehingga dalam alam bawah sadar saya pun tertanam jika perempuan harus berdaya dan bekerja. Meskipun diluar sana ibu-ibu yang bekerja diranah domestik pun juga tak kalah keren juga.
.
.
.
#Perempuan BerjatiDiri #KPI2025 #RefleksiJatiDiri

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Konferensi Perempuan Indonesia 2025 - Challenge 6

Challenge 6 : Perempuan Indonesia – Penjaga Lokalitas, Pelaku Aksi Global   Langkah 1 : Mengenali Perempuan Inspiratif Saya membaca-ba...