Kamis, 13 Agustus 2020

Aldila_Wake Boarding

 Wahana Game 3 : Wake Boarding




Wahana Wake Boarding, apakah itu ? Wake boarding adalah permainan gabungan antara speedboat dan surfing, dimana orang yang naik papan surfing akan ditarik dengan speedboat dengan cara memegang tali. Seru pastinya memasuki minggu ketiga dengan wahana Wake Boarding ini, apalagi tantangannya lebih banyak daripada wahana-wahana sebelumnya sehingga kita perlu menyusun strategi agar bisa sampai ke garis finish tanpa hambatan dan drama.

.

Dalam wahana Wake Boarding kali ini, kita akan belajar tentang Core Value & Karaktek Moral. Core Value Ibu Profesional ada 5, sudah sering disebut bahkan saat opening foundation yaitu 5 B.

Belajar – Berkembang – Berkarya – Berbagi -- Berdampak

Core Value ini diumpamakan tali yang harus dipegang agar tidak jatuh dari sapuan ombak. Selain itu Core Value juga adalah sebuah proses, proses perubahan dari seorang individu dari 1 step ke step berikutnya.

.

Kemudian ada hal-hal yang perlu disiapkan dalam menghadapi tantangan agar survive, yaitu Karakter Moral. Karakter Moral ini ada 2 macam, yaitu dari dalam dan luar.

Karakter Moral dari dalam :          I Know, I can be better

                                                       Always Ontime

                                                       Sharing is Caring

Karakter Moral dari luar :              Stop Running, The Mission Alive

                                                        Dont Teach Me, I Love To Learn

.

Setelah kita memperlajari tentang Core Value dan Karakter Moral Ibu Profesional, kita diminta untuk membuat Peta Pembelajaran. Tapi sebelum saya jelaskan tentang Peta Pembelajaran saya mau bercerita tentang diri saya sampai di tahap ini. Tahap apakah ini? Tahap sebagai mahasiswa Bunda Sayang maksudnya, sudah sampai sejauh ini dan saya merasa diri saya ini tetap fakir akan ilmu.

Akhirnya saya mencoba memahami bahwa saya ingin menjadi bunda pembelajar. Karena saya merasakan betul, segala hal yang kita lakukan dengan ilmu itu akan jauh berbeda dibandingkan tanpa ilmu. Ilmu tidak hanya berfokus pada mengasuh ada, namun sebagai individu, istri dan juga ibu tentulah banyak hal yang harus saya pelajari.

Dan yang saya rasakan saat menjadi bunda pembelajar tentulah perasaan bahagia, bahagia menjadi orang yang berproses. Dari tidak tahu menjadi tahu, dari tidak mahir menjadi mahir bahkan saya bisa membagikan hal-hal yang saya praktikan dari belajar. Perasaan ini tentu tidak saya dapatkan jika saya tidak menjadi Bunda pembelajar kan.

.

Peta pembelajaran saya ada 3 macam, yaitu ilmu yang ingin saya dalami baik sebagai individu, istri dan juga ibu untuk buah hati saya. Petanya kira-kira seperti dibawah ini :

 

 

Sebagai Individu

Ilmu yang saya ingin pelajari itu adalah tentang finansial planning, sungguh karena background pendidikan dan pekerjaan yang berasal dari dunia teknik saya buta arah tentang finplan ini. Efeknya memang planning saya tentang finansial free buruk, belakangan ini saya mulai mempelajari tentang hal ini dari buku, kulwhap online dan akun-akun medsos finansial planner.

Selain itu, healthy lifestyle juga sedang saya pelajari karena concern kesehatan harus saya perhatikan dari sekarang. Kemarin-kemarin sih EGP, pas berat badan tak kunjung turun setelah melahirkan rasanya saya perlu belajar lebih tentang hal ini.

Selain 2 ilmu diatas, ada skill yang harus saya tingkatkan yaitu baking dan juga time management. Saat ini kedua hal tersebut mulai saya praktikkan dengan baik, tinggal diasah lagi dan dievaluasi.

Sebagai Istri

Komunikasi produktif masih jadi PR buat saya, karena saya dan suami memiliki bahasa cinta dan juga type komunikasi yang berbeda. Sehingga ilmu ini sangat saya butuhkan, meskipun usia pernikahan saya sudah menginjak 5 tahun namun sampai sekarang saya masih berusaha mengenal dan memahami suami.

Sebagai Ibu

Ilmu Montessori sudah mulai saya kenal dari Echa usia 18 bulan, mulai kulwhap, baca buku hingga mengikuti workshop offline nya. Dan saya benar-benar jatuh cinta dengan metode pembelajaran ini, filosofinya begitu dalam dan setiap hal sangat detail dan diperhatikan. Ilmu ini juga sudah saya praktekkan, namun saya masih merasa perlu terus belajar dan upgrade mengingat usia anak saya yang terus bertambah dan waktunya untuk mendalami area mathematics serta language.

Kedua yang saya perlukan adalah ilmu untuk membuat RPP/Menu Belajar anak, karena Echa tahun ini belum jadi sekolah sehingga saya harus membersamai dengan program yang lebih terarah serta goalnya jelas.

.

Setelah membahas tentang ilmu yang ingin dipelajari dan ditingkatkan, kemudian saya analisa kira-kira tantangan apa saja yang mungkin nanti saya hadapi dalam proses berpetualang mencari ilmu.

Yang pertama adalah waktu, bukan berarti saya kurang waktu ya. Menurut saya segala hal yang sudah saya pilih berarti saya mempunyai waktu yang cukup untuk menjalaninya, tinggal menata prioritas saja. Tapi waktu disini adalah sesuatu yang harus saya taklukan, mengingat saya ibu bekerja di ranah publik dan mengambil amanah di beberapa hal sehingga time management saya harus dikencangi sekuat mungkin

Tantangan berikutnya adalah mencari sumber ilmu yang valid dan tepat, memang jaman sekarang sangat mudah mengakses informasi. Namun bukan berarti segala informasi yang kita dapatkan itu bersumber dari narsum yang tepat. Sehingga perlu memilah lagi, kemanakah saya akan belajar.

.

Kira-kira diatas peta pembelajaran yang coba saya susun, semoga kedepannya memudahkan dalam implementasi dan proses dalam menuntut ilmu. Sampai jumpah minggu depan dengan wahana terakhir di kelas Pra Bunda Sayang.

.

.

.

@cuedil

130820


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Konferensi Perempuan Indonesia 2025 - Challenge 6

Challenge 6 : Perempuan Indonesia – Penjaga Lokalitas, Pelaku Aksi Global   Langkah 1 : Mengenali Perempuan Inspiratif Saya membaca-ba...