Wahana Game 3 : Wake Boarding
Wahana Wake Boarding, apakah itu ? Wake boarding
adalah permainan gabungan antara speedboat dan surfing, dimana orang yang naik
papan surfing akan ditarik dengan speedboat dengan cara memegang tali. Seru
pastinya memasuki minggu ketiga dengan wahana Wake Boarding ini, apalagi
tantangannya lebih banyak daripada wahana-wahana sebelumnya sehingga kita perlu
menyusun strategi agar bisa sampai ke garis finish tanpa hambatan dan drama.
.
Dalam wahana Wake Boarding kali ini, kita akan
belajar tentang Core Value & Karaktek Moral. Core Value Ibu Profesional ada
5, sudah sering disebut bahkan saat opening foundation yaitu 5 B.
Belajar – Berkembang – Berkarya – Berbagi -- Berdampak
Core Value ini diumpamakan tali yang harus
dipegang agar tidak jatuh dari sapuan ombak. Selain itu Core Value juga adalah
sebuah proses, proses perubahan dari seorang individu dari 1 step ke step
berikutnya.
.
Kemudian ada hal-hal yang perlu disiapkan dalam menghadapi
tantangan agar survive, yaitu Karakter Moral. Karakter Moral ini ada 2 macam,
yaitu dari dalam dan luar.
Karakter Moral dari dalam : I Know, I can be better
Always
Ontime
Sharing
is Caring
Karakter Moral dari luar : Stop Running, The Mission Alive
Dont
Teach Me, I Love To Learn
.
Setelah kita memperlajari tentang Core Value dan
Karakter Moral Ibu Profesional, kita diminta untuk membuat Peta Pembelajaran.
Tapi sebelum saya jelaskan tentang Peta Pembelajaran saya mau bercerita tentang
diri saya sampai di tahap ini. Tahap apakah ini? Tahap sebagai mahasiswa Bunda
Sayang maksudnya, sudah sampai sejauh ini dan saya merasa diri saya ini tetap
fakir akan ilmu.
Akhirnya saya mencoba memahami bahwa saya ingin
menjadi bunda pembelajar. Karena saya merasakan betul, segala hal yang kita
lakukan dengan ilmu itu akan jauh berbeda dibandingkan tanpa ilmu. Ilmu tidak
hanya berfokus pada mengasuh ada, namun sebagai individu, istri dan juga ibu
tentulah banyak hal yang harus saya pelajari.
Dan yang saya rasakan saat menjadi bunda
pembelajar tentulah perasaan bahagia, bahagia menjadi orang yang berproses.
Dari tidak tahu menjadi tahu, dari tidak mahir menjadi mahir bahkan saya bisa
membagikan hal-hal yang saya praktikan dari belajar. Perasaan ini tentu tidak
saya dapatkan jika saya tidak menjadi Bunda pembelajar kan.
.
Peta pembelajaran saya ada 3 macam, yaitu ilmu
yang ingin saya dalami baik sebagai individu, istri dan juga ibu untuk buah
hati saya. Petanya kira-kira seperti dibawah ini :
Sebagai Individu
Ilmu yang saya ingin pelajari itu adalah tentang
finansial planning, sungguh karena background pendidikan dan pekerjaan yang
berasal dari dunia teknik saya buta arah tentang finplan ini. Efeknya memang
planning saya tentang finansial free buruk, belakangan ini saya mulai
mempelajari tentang hal ini dari buku, kulwhap online dan akun-akun medsos
finansial planner.
Selain itu, healthy lifestyle juga sedang saya
pelajari karena concern kesehatan harus saya perhatikan dari sekarang. Kemarin-kemarin
sih EGP, pas berat badan tak kunjung turun setelah melahirkan rasanya saya
perlu belajar lebih tentang hal ini.
Selain 2 ilmu diatas, ada skill yang harus saya
tingkatkan yaitu baking dan juga time management. Saat ini kedua hal tersebut
mulai saya praktikkan dengan baik, tinggal diasah lagi dan dievaluasi.
Sebagai Istri
Komunikasi produktif masih jadi PR buat saya,
karena saya dan suami memiliki bahasa cinta dan juga type komunikasi yang
berbeda. Sehingga ilmu ini sangat saya butuhkan, meskipun usia pernikahan saya
sudah menginjak 5 tahun namun sampai sekarang saya masih berusaha mengenal dan
memahami suami.
Sebagai Ibu
Ilmu Montessori sudah mulai saya kenal dari Echa
usia 18 bulan, mulai kulwhap, baca buku hingga mengikuti workshop offline nya.
Dan saya benar-benar jatuh cinta dengan metode pembelajaran ini, filosofinya
begitu dalam dan setiap hal sangat detail dan diperhatikan. Ilmu ini juga sudah
saya praktekkan, namun saya masih merasa perlu terus belajar dan upgrade
mengingat usia anak saya yang terus bertambah dan waktunya untuk mendalami area
mathematics serta language.
Kedua yang saya perlukan adalah ilmu untuk membuat
RPP/Menu Belajar anak, karena Echa tahun ini belum jadi sekolah sehingga saya
harus membersamai dengan program yang lebih terarah serta goalnya jelas.
.
Setelah membahas tentang ilmu yang ingin
dipelajari dan ditingkatkan, kemudian saya analisa kira-kira tantangan apa saja
yang mungkin nanti saya hadapi dalam proses berpetualang mencari ilmu.
Yang pertama adalah waktu, bukan berarti saya kurang
waktu ya. Menurut saya segala hal yang sudah saya pilih berarti saya mempunyai
waktu yang cukup untuk menjalaninya, tinggal menata prioritas saja. Tapi waktu
disini adalah sesuatu yang harus saya taklukan, mengingat saya ibu bekerja di
ranah publik dan mengambil amanah di beberapa hal sehingga time management saya
harus dikencangi sekuat mungkin
Tantangan berikutnya adalah mencari sumber ilmu
yang valid dan tepat, memang jaman sekarang sangat mudah mengakses informasi.
Namun bukan berarti segala informasi yang kita dapatkan itu bersumber dari
narsum yang tepat. Sehingga perlu memilah lagi, kemanakah saya akan belajar.
.
Kira-kira diatas peta pembelajaran yang coba saya
susun, semoga kedepannya memudahkan dalam implementasi dan proses dalam menuntut
ilmu. Sampai jumpah minggu depan dengan wahana terakhir di kelas Pra Bunda
Sayang.
.
.
.
@cuedil
130820


Tidak ada komentar:
Posting Komentar