Senin, 12 Oktober 2020

Jurnal Menata Diri - Pekan 1

 Beban Jiwa itu ...

Gemari Madya 2



Minggu pertama di kelas Menata Diri (Gemari Madya 2) diperkenalkan dengan area pertama yaitu Menata Jiwa. Woww kan, sebelum menata bagian lain dalam diri kita akan menyelami sumber dari segala keruwetan. Yaitu hati, pikiran dan perasaan alias jiwa karena tanpa kita sadari sesungguhnya clutter jiwa itu yang paling sering mengganggu hidup kita. 

.

Kami dikenalkan dengan apa itu clutter jiwa, ciri-cirinya, dan juga cara mengidentifikasi. Namun, sebelum masuk jauh kedalam saya akan menuliskan tentang hal-hal yang menjadi dasar kenapa harus menata jiwa.

 

Motivasi

 

Motivasi adalah segala hal yang menjadi dorongan dan alasan seseorang untuk mencapai sesuatu dengan tujuan tertentu. Motivasi bisa datang dari dalam diri sendiri maupun orang lain. Dengan adanya motivasi orang akan lebih semangat dalam mencapai tujuan. Nah, setelah paham akan definisi motivasi jadi apa sih yang menjadi alasan saya harus menata jiwa : 

.

Allah swt sebagai pemilik seluruh kehidupan, termasuk hidup saya. Sebagai rasa syukur saya sudah ada di dunia ini sampai saat ini sehat dan tidak kekurangan apapun. Dengan menata diri hidup kita dalam beribadahpun akan lebih tenang dan khusyuk, tentunya motivasi ini yang sangat kuat untuk saya harus berubah. 

.

Diri sendiri harus bahagia, agak-agak egois tapi bagaimana saya bisa mencintai dan memikirkan oranglain kalau ke diri sendiri masih dzolim. Bahagia dan hidup tenang tanpa clutter tentu akan dapat mengisi tanki cinta orang-orang di sekeliling saya.

.

Keluarga terutama suami dan anak, kasihan kan kalo mak nya ngomel mulu karena otaknya mbuwlet. Menata jiwa menjadi lebih baik agar orang-orang di sekeliling saya juga ikut bahagia. Selain itu agar kehidupan keluarga kami lebih harmonis karena ibu sebagai manager keluarga sudah tuntas dengan dirinya sendiri.

 

Ketika overwhelmed, kecenderungan seperti apa yang biasanya/sering/pernah/dialami. Gelisah atau depresi?

 

Saya type orang yang perfeksionist, ketika melakukan sesuatu dalam segala hal harus total. Bukan berarti hasilnya harus sempurna ya, tapi setidaknya effort dan pengorbanan yang saya lakukan dalam melakukan hal tsb harus maksimal dari apa yang saya bisa. Nah, sifat ini yang bikin saya sering overwhelmed, ini gak bagus ya karena tentu berefek ke keadaan diri dan bahkan ke kesehatan.

.

Kalau saya pribadi kecenderungan ketika overwhelmed biasanya tergantung tingkatannya juga, kalau masih tingkat rendah alias cuma kepikiran hal-hal yang sepele atau kebanyakan informasi paling ya cuma gak fokus atau makan kebanyakan. Aneh memang, tapi gak sadar makan banyak trus perut mual berasa kudu muntah. 

.

Nah, kalau tingkatannya sudah overwhelmed akut misalnya gak total dalam mengerjakan sesuatu sehingga bikin kepikiran biasanya ngefek ke pola tidur. Saya masih tetap bisa tidur sore (gak insomnia), tetapi gak bisa deep sleep. Jadi dalam semalam bisa berkali-kali bangun dengan pikiran yang sama bahkan sampai kebawa mimpi.

.

Sedih gak sih kalau sampai begini? Karena bangun pagi gak bisa seger, trus efeknya mual-mual dipagi hari. Yes, saya kalo kurang tidur itu pagi mesti mual.

 

3 kejadian kecil yang bikin overwhelmed 1-2 minggu ini

 

Kejadian pertama karena ada perubahan Struktur Organisasi baru dikantor per bulan Agustus kemarin, ada beberapa bagian yang dimerger dan dirampingkan termasuk bagian saya. Ketika beberapa teman lain sudah mendapatkan SK baru dan tempat baru, saya masih belum dapat. Sempet mikir kalau dipindah ke cabang, atau dipindah ke biro. Jujur saya gak siap, karena sudah terlalu berada di zona nyaman bagian yang sekarang tuh. Sampe overthingkin berhari-hari mikir yang enggak-enggak, pusing akutuh. Alhamdulillah seminggu yang lalu mendapatkan SK baru ditempatkan tetap di kantor Gresik cuma beda tempat aja. Hihihi…

.

Yang kedua sebulan belakangan ini di HO terjadi pertambahan karyawan yang terinfeksi covid, puncaknya minggu kemarin di lantai 1 sampai lockdown karena jumlah positif lumayan. Ya meskipun saya kerjanya di pabrik tapi kan tetep worry, siapa tau gak sengaja kontak dari perantara apa gimana karena masih dalam 1 lingkungan perusahaan. Tapi untungnya atasan saya mengambil kebijakan untuk wfh bergiliran, setidaknya waktu di kantor gak lama-lama lah.

.

Ketiga ku waswas ama dana darurat, karena sudah 5 bulan ini pemasukan gak full kayak biasanya termasuk awal bulan ini syok liat payroll masih setengah dari biasanya. Dan untuk menambal pengeluaran tetap tiap bulan akhirnya mesti ambil dana darurat. Ini saya gak bisa cerita detail mbak put, pokoknya intinya begitulah. Tapi saya percaya Allah Maha Kaya dan rizki sudah diatur.

 

Kejadian besar dalam 10 tahun terakhir yang membuat gelisah/depresi

 

Mungkin yang saya alami ini banyak dialami oleh ibu-ibu baru lainnya, tapi sungguh seumur hidup saya baru kali ini merasa bersalah banget hingga stress. Bukan stress kayak orang gila sih, tapi stress bingung harus ngapain, bener-bener kayak orang bego padahal harusnya mesti gercep.

.

Kejadiannya 3 tahun lalu saat baru melahirkan Echa, selama saya hamil saya tuh bukan orang yang males belajar (ampe sekarang kan :p) jadi mulai baca-baca buku, ikut grup sharing asi mpasi ampe ikut workshop dan seminar online offline gitu. Tapi memang kenyataan tak semudah harapan, saya melahirkan secara SC karena degenerasi retina dan qadarullah asi saya gak langsung keluar. Sebagai ibu baru dan idealis saya gak mau bayi saya minum sufor akhirnya 3 hari di RS gak minum karena ASI saya blm kluar. Hingga hari ke 5 coba saya pumping terus cuma keluar icrit-icrit basahin pantat botol, pantes aja anak saya nangis terus.

.

Akhirnya sama ibuk dibeliin sufor trus diminumin pake pipet karena kasihan, gak peduli sama bilang gak boleh. Sampai pas seminggu setelah lahiran waktunya kontrol ke dokter anak ternyata berat badannya turun banyak, dari 3kg ke 2,6kg. Mana kuning dan harus disinar juga, saya dimarahin dokter pisan. Jeder gitu rasanya, sungguh saya seperti orang bego.

.

Sikap idealis bikin anak saya menderita, padahal emang kenyataannya asi belum banyak dan anak butuh minum. Dari setelah kejadian itu saya pumping kayak orang gila, per 2 jam sekali pake alarm karena saya pingin menebus kesalahan saya. Echa masih nyusu langsung juga tapi saya takut kalo dia gak kenyang, perasaan bersalah gede banget saat itu.

.

Seiring berjalannya waktu Echa bisa full asi, karena emaknya agak gila bonding ama pompa dan corong melulu. Alhamdulillah sampai 20 bulan dia bisa asi, meskipun nenen cuma mau ampe 9 bulan aja. Kejadian ini masih membekas banget ampe sekarang, saya berjanji kalau punya anak kedua gak akan jadi orang bodoh dan keras kepala kayak kemarin. Semoga, soon...

 

Uraikanlah muatan/beban jiwa yang selama ini dirasakan

 

Jujur saya ngerjain no. 4 ini yang paling lama, dimulai dari hari Jumat malam dibantuin Echa guntingi kertas, berlanjut Sabtu pagi bangun tidur nulis hingga 70an beban jiwa. Efeknya dahsyat banget, pusing kepala saya ngeluarin sekian banyak beban jiwa tuh. Karena udah gak sanggup lagi, saya pilih rehat. Kemudian Minggu pagi setelah masak saya keluarin kembali beban jiwa yang kalau ditotal jumlahnya lebih dari 100 lembar kertas.

.

Saya bikin 1 lembar jadi 16 potong, sengaja kecil biar bisa dimasukan ke pouch. Kemarin saya gunting 8 lembar dan sisa dikit gak sampai sepuluh. Gambar dibawah ini saya masih nulis 70an, Sabtu pagi sempet dijembrengin di meja makan.

 




Dan ini isi pouch nya, lebih dari seratus beban jiwa. Rasanya gimana nulis beban jiwa? Gak nyangka aja, saya yang kelihatannya baik-baik saja ternyata menyimpan beban sebanyak ini dan berhasil dituliskan. Entah mungkin ini belum semua, tapi yang terpikirkan di saya segini.

 

 

Terima kasih mbak put sudah baca jurnal saya yang kebanyakan curhatnya, mohon maaf kalau kepanjangan ya. Cuma saya kalo cerita sepotong-sepotong suka takut yang baca gak ngerti detailnya. Semoga dengan materi menata jiwa saya bisa lebih baik dan berdamai dengan diri sendiri.

.

.

.

(maaf gak dikasih tag karena biar gak banyak yang baca J)

@cuedil

121020

 

 


Minggu, 11 Oktober 2020

Tantangan 15 Hari Zona #2 Day 11


"Kaos Kaki apa Kaos Lutut ?"

Melatih Kemandirian Anak




Kemandirian yang sebenarnya untuk anak-anak adalah inisiatif. Inisiatif dalam melakukan kegiatan sehari-hari. Tidak perlu yang besar seperti apa yang kita lakukan. Namun membuang sampah pada tempatnya, mengembalikan mainan, mengambil minum sendiri itu juga kemandirian yang patut di apresiasi.

Intinya anak bisa melakukan hal-hal yang berhubungan dengan dirinya sendiri tanpa bantuan orang lain. Dan latihan hal-hal kecil itu bisa terjadi jika tidak banyak instruksi dan larangan dari kita sebagai orangtua.


Temuanku

Usia Echa sekarang 3 tahun 9 bulan. Semalam sebelum tidur dia mengambil smarthafiz miliknya dan melihat lagu anak-anak. Lama kelamaan berpindah haluan jadi senam. Dan dia mengambil kaos kaki dari dalam laci bajunya untuk dipakai. Saya gak komplain, hanya melihatnya dari kejauhan ternyata Echa memakai kaos kakinya sendiri. Kemudian menirukan gerakan senam dilayar.



Strong Why

Basic skill menggunakan kaos kaki penting untuk anak seusia Echa, karena dia belajar menjaga dirinya sendiri.

Strategi Untuk Melatih Kemandirian
Seperti biasa, apapun yang ingin coba lakukan tidak perlu dikomen dan dikoreksi. Anak akan belajar sendiri kalau memang kurang tepat, seperti menggunakan kaos kaki ini letak tumit awalnya gak pas. Kemudian dia tarik-tarik sampai pas.


Sukses apa aku hari ini
Melatih Echa untuk memakai kaos kaki sendiri.

Tantangan Hari ini
Itu kaos kaki ditarik ampe ke lutut, jadi kaos lutut kayaknya. Haha...Saya bilang diturunkan aja, tapi kata Echa bagus panjang. 


Ingin Sukses apa esok hari?
Melatih Echa untuk mencuci celana dalamnya sendiri.


Rasaku Hari ini
Bahagia


Respon Ananda 
Bersemangat

 

#harike11

#tantangan15 hari

#zona2kemandirian

#institutibuprofesional

#pulaubentangpetualang

#petualangbahagia



@cuedil

111020


Sabtu, 10 Oktober 2020

Tantangan 15 Hari Zona #2 Day 10


"Membuat Bombolini ala Echa"

Melatih Kemandirian Anak




Hari ini awalnya mau ngelatih Echa untuk cooking simple menggoreng telur, tapi nyatanya rawon kemarin masih ada dan Echa minta sarapan itu. Yaudahlah gakpapa, nanti siapa tau ada kegiatan lain untuk melatih kemandiriannya.

Tapi melihat saya hari ini libur kerja dan gak megang laptop Echa nagih bikin-bikin cemilan. Saya aslinya mager sih, haha...karena mayan kan bisa istirahat. Trus liat ada apa aja didapur, saya bilang ke Echa gimana kalo kita bikin bombolini? Dan Echa mengiyakan, karena dia suka makan donat.


Temuanku

Usia Echa sekarang 3 tahun 9 bulan. Hari ini saya mengajaknya membuat bombolini. Tugas Echa memasukkan bahan-bahan, mengaduk dan menguleni adonan serta membentuk bombolini. Sudah berapa keterampilan hidup yang dipelajari dalam 1 kegiatan ini? Banyak, dan tentu saja Echa gembira melakukannya. Monmaap bentuknya gak sama besar dan gak bunder, ini gabungan antara saya dan Echa yg bikin 😂



Strong Why

Memfasilitasi ketertarikannya dengan dunia baking dan cooking, serta melatihnya dengan keterampilan hidup yang kita lakukan setiap hari. Jadi kedepannya gak cuma saya yang lelah berkutat di dapur, tapi juga ada Echa yang bahagia membuat beragam kreasi resep.

Strategi Untuk Melatih Kemandirian
Menjadi partner dalam bekerja, akan lebih membuat anak tertarik terlibat aktif dalam suatu hal. Pun dalam membuat bomboloni ini karena saya lagi males instruksi-instruksian ketika Echa bilang "aku aja ya bunda" dengan senang hati saya persilahkan.


Sukses apa aku hari ini
Melatih Echa untuk membuat snack bomboloni kesukaannya.

Tantangan Hari ini
Karena saya gak punya mixer, bkin donat2an begini sungguh menguras tenaga. Untunglah Echa bantuin dengan senang hati, meskipun jadinya proses ulen mengulen memakan waktu lebih dari satu jam biar adonan kalis elastis.


Ingin Sukses apa esok hari?
Melatih Echa untuk mencuci celana dalamnya sendiri, sekarang dia belum mau ngucek-ngucek pakaian dalamnya sendiri. Besok saya coba dengan sapu tangan atau celana dalam dulu deh.


Rasaku Hari ini
Bahagia


Respon Ananda 
Bersemangat

 

#harike10

#tantangan15 hari

#zona2kemandirian

#institutibuprofesional

#pulaubentangpetualang

#petualangbahagia



@cuedil

101020


Jumat, 09 Oktober 2020

Tantangan 15 Hari Zona #2 Day 9


"Mau Main Pasir Nanti Diberesin Echa"

Melatih Kemandirian Anak




Echa adalah anak yang peduli terhadap kerapian, mindset dan sounding dari kecil oleh saya sepertinya menancap kuat padanya. Tidak hanya kata-kata sih, tapi juga bukti nyata disekelilingnya dan juga contoh dari saya terkait kebersihan dan kerapian rumah.

Jadi sudah menjadi kebiasaanya setiap mainan ambil 1 balikin 1, begitupun dengan buku juga selalu dibalikin lagi ke rak. Meskipun penampilannya tidak rapi, tapi saya hargai usahanya. Nanti saya tinggal beresin sedikit-sedikit.


Temuanku

Usia Echa, anak semata wayang saat ini 3 tahun 9 bulan. Hobi main pasir kinetik hampir setiap hari 🙄 Sebenarnya dia selalu balikin lagi pasir dan cetakannya kedalam kotak setiap selesai mainan, namun karena tempat main pasir itu baskom kotak dan kurang lebar (sepertinya) jadi suka tumpah tumpah ke lantai. Nah, hari ini saya mengajarkan Echa untuk menyapu dan mewadahi kembali pasir-pasir yang tumpah ke tempat pasir dengan menggunakan sapu kecil dan pengki.

Strong Why

Anak tidak hanya tau bermain atau manfaat mainannya, tetapi juga prosesnya. Mulai dari mengambil, bermain, mengembalikan serta membersihkan sisa-sisa mainannya agar kedepannya dia terbiasa bertanggungjawab atas apa yang dilakukan.

Strategi Untuk Melatih Kemandirian
Saya tidak langsung menyuruhnya untuk menyapu, tetapi saya contohkan dulu. Echa bukan anak yang langsung nurut kalau disuruh, biasanya malah dia bilang "sama bunda" alias minta dibantu. Jadi saya membantunya dulu, gak langsung melepas. Nanti kalau sudah terbiasa, tanpa disuruh pun akan dia lakukan sendiri.


Sukses apa aku hari ini
Melatih Echa untuk menyapu dan mengumpulkan sisa-sisa pasir kinetik. 

Tantangan Hari ini
Segala hal tidak selalu mulus kan, begitupun hari ini. Apakah dia langsung mau?ohh tentu tidak, awalnya hanya lihat saya nyapu, lalu minta saya bantu sampai mau membersihkannya sendiri. Apapun itu, menurut saya adalah proses.


Ingin Sukses apa esok hari?
Apa ya? Lifeskill memasak sepertinya, mengajari Echa membuat telur ceplok makanan simple kesukaannya.


Rasaku Hari ini
Bahagia


Respon Ananda 
Bersemangat

 

#harike9

#tantangan15 hari

#zona2kemandirian

#institutibuprofesional

#pulaubentangpetualang

#petualangbahagia



@cuedil

091020


Kamis, 08 Oktober 2020

Tantangan 15 Hari Zona #2 Day 8

 

Keramas itu Seger Loh

Melatih Kemandirian Anak




Anak-anak biasanya sulit untuk diajak/diminta mandi, entah ada ketakutan apa tapi mereka selalu berkelit aja. Echa bukan salah satunya sih, karena dia malah seneng main air. Tapi, kalau diajak keramas bisa heboh dunia ampe teriak-teriak kayak mau diapain aja.

Padahal tipikal rambut Echa lurus halus, namun jika tidak keramas setiap hari suka “rengket” alias susah disisir. Jadi saya selalu mengajak keramas, tapi ya gitulah mesti teriak dulu dan banyak bujuk rayunya biar mau disiram air dan dikasih sampo.


Temuanku

Usia Echa, anak semata wayang saat ini 3 tahun 9 bulan. Sore kemarin Echa minta ke saya mandi sendiri, karena dia mau berangkat ngaji. Saya yang kebetulan WFH mengiyakan aja, nyalakan lampu dan dia masuk ke kamar mandi sendiri. Saya masih ribet sama laptop, huhu...
Tiba-tiba Echa manggil saya, minta tolong untuk ambilkan sampo karena dia mau keramas. Wahhh...seperti keajaiban Echa mau mandi bahkan keramas sendiri.

Strong Why

Kegiatan mandi sendiri memang sepertinya simple, tetapi sesungguhnya kita sedang mengajarkan banyak hal kepada anak. Mulai dari menuang basah, membuka menutup botol, hingga mengajari tentang aurat kepada anak.

Strategi Untuk Melatih Kemandirian
Saya berusaha memahami dan mendukung apa yang ingin dilakukan Echa, daripada melarangnya melakukan ini itu. Memang mandi dan keramas sendiri untuk anak pasti nanti kurang bersih, its okay buat saya karena nanti akan dibilas lagi. Daripada mengecilkan hatinya dengan melarang atau mengatakan kurang bersih dll. Berikan anak kepercayaan diri agar dia mau mencoba dan semangat.


Sukses apa aku hari ini
Melatih Echa untuk mandi dan keramas sendiri tanpa disuruh.

Tantangan Hari ini
Tantangannya dia tidak mau dibilas lagi, bilang sudah selesai mandi dan keluar. Saya minta untuk masuk lagi untuk saya bilang ada sedikit debat kecil.


Ingin Sukses apa esok hari?
Melatih Echa untuk bertanggung-jawab membersihkan mainan pasir kinetiknya, karena sekarang dia baru mau mengembalikan namun tumpahan-tumpahan pasir masih saya yang membersihkan.


Rasaku Hari ini
Bahagia


Respon Ananda
Bersemangat

 

#harike8

#tantangan15 hari

#zona2kemandirian

#institutibuprofesional

#pulaubentangpetualang

#petualangbahagia



@cuedil

081020


Rabu, 07 Oktober 2020

Tantangan 15 Hari Zona #2 Day 7

Lepas Celananya Sendiri, Bunda

Melatih Kemandirian Anak




Echa sudah menyelesaikan toilet trainingnya saat berusia 2 tahun lebih 3 bulan, itu total mulai dari pipis dan pup. Tentu hal ini bukan proses yang mudah dan singkat karena dari 19 bulan sudah saya latih dari pagi sampai sore hari untuk lepas diapers.

Namun, meskipun telah lebih dari setahun bisa pipis dan pup sendiri untuk urusan pra pipis dan pup masih sering ada drama. Mulai maunya sama bunda aja (gakmau sama ayah) sampai lepas celana dan baju juga bunda. 

Ini jadi pr tersendiri buat saya, melatihkan kemandirian melepas celana sendiri saat pipi/pup dan mandi. 


Temuanku

Usia Echa, anak semata wayang saat ini 3 tahun 9 bulan. Target kemandirian yang ingin dilatihkan adalah melepas dan memakai celana sendiri sebelum pup atau pipis dikamar mandi.

Strong Why

Sesimple mengajarkannya aurat dan bagian tubuh yang boleh dan tidak boleh dilihat dan dipegang oleh orang lain. Memakai celanan sendiri membuat anak tidak tergantung dengan orang lain, dan paham bahwa area pribadi merupakan aurat yang harus dijaga.

Strategi Untuk Melatih Kemandirian
Dari beberapa hari yang lalu sudah saya sounding dan bilangi berkali-kali tentang melepas dan memakai celana sendiri saat Echa kebelet pipis/pup. Dan juga memakaikannya celana pendek saat dirumah, agar lebih mudah. Nanti kalau anaknya sudah mahir pake celana dan rok pun tak apa.


Sukses apa aku hari ini
Pagi hari bangun tidur pasti Echa kebelet pipis, dia sudah memanggil-manggil saya. Saya bilang untuk melepas celananya sendiri, nanti bunda nyalain lampu kamar mandinya. Ternyta dia mau dan langsung dilepas karena terlalu kebelet mungkin.

Tantangan Hari ini
Melepas celana sudah mau, memakai juga mau pakai sendiri. Tapi untuk baju belum mau, jadi perlu lebih banyak latihan lagi untuk memakai baju sendiri.


Ingin Sukses apa esok hari?
Echa membantu Bunda menyapu remah-remah pasir kinetik setelah mainan.


Rasaku Hari ini
Bahagia


Respon Ananda 
Bersemangat

 

#harike7

#tantangan15 hari

#zona2kemandirian

#institutibuprofesional

#pulaubentangpetualang

#petualangbahagia



@cuedil

071020


Selasa, 06 Oktober 2020

Tantangan 15 Hari Zona #2 Day 6

Pie Susu Made in Echa

Melatih Kemandirian Anak




Cooking & Baking adalah salah satu lifeskill yang harus dimiliki ank, eh baking gak harus sih cuma kalo suka ya silahkan. Kebetulan Echa lagi suka banget bikin-bikin kue. Saya yang awalnya sama sekali gak tertarik di dunia baking harus mulai melirik dan belajar dalam rangka memfasilitasi interestnya Echa. Jadilah selalu ada stock tepung, gula, meses, coklat, selai, bp bs dll yang nangkring dirumah.

Awalnya juga Echa Cuma ngaduk-ngaduk aja sih, kemudian nuang-nuang. Sekarang saya sudah bisa mulai bisa memberikan instruksi dan eksekusinya full Echa.


Temuanku

Usia Echa, anak semata wayang saat ini 3 tahun 9 bulan. Target kemandirian yang ingin dilatihkan adalah belajar membuat kue pie susu. Belajar dalam hal ini semua dilakukan oleh Echa, saya hanya memberikan instruksi saja.

Sengaja saya pilih kue yang simple dengan resep takaran sendok agar Echa bisa berlatih menghitung, menuang, mengaduk juga mendengarkan instruksi dengan baik.

Strong Why

Kegiatan sederhana membuat pie susu memang terlihat biasa saja, namun bagi anak kegiatan ini sangat komplek. Dan juga memiliki banyak manfaat, apalagi anak terbiasa dengan kegiatan baking akan memudahkan kedepannya saat dia diminta membantu kita didapur. Atau bahkan untuk keperluannya sendiri, saat kita sedang tidak dirumah atau sakit anak bisa mengurus dirinya sendiri.

Strategi Untuk Melatih Kemandirian
Karena Echa meminta untuk membuat Pie Susu saya turuti saya, daripada saya paksakan membuat kue lain tapi dia tidak suka. Karena kue ini adalah salah satu favorit Echa, sehingga dia akan dengan senang hati mengerjakan tanpa diminta. Saya hanya bilang tepung sekian sendok, susu sekian dsb Echa sudah bisa menuang, mengaduk bahkan membuat kulitnya sendiri. Untuk finishing masih saya bantu dan juga menggunakan kompor saat memasak susu.




Sukses apa aku hari ini
Bahagianya bisa melihat Echa berbinar-binar melakukan aktifitas yang dia sukai, meskipun kegiatannya sederhana namun manfaatnya luar biasa apalagi dalam proses melatih kemandirian anak.

Tantangan Hari ini
Tantangannya karena Echa ini anaknya 11-12 mirip saya ngeyelannya, jadi saat diberikan instruksi ya agak-agak ngeyel. Diminta masukin 3 sendok ditambahi dikit, alhasil vla nya kemanisan. Tapi its okey namanya juga belajar yang penting masih enak.


Ingin Sukses apa esok hari?
Echa berhasil membuat kue Pie Susu bersama Bunda.


Rasaku Hari ini
Bahagia


Respon Ananda
Bersemangat

 

#harike6

#tantangan15 hari

#zona2kemandirian

#institutibuprofesional

#pulaubentangpetualang

#petualangbahagia



@cuedil

061020


Konferensi Perempuan Indonesia 2025 - Challenge 6

Challenge 6 : Perempuan Indonesia – Penjaga Lokalitas, Pelaku Aksi Global   Langkah 1 : Mengenali Perempuan Inspiratif Saya membaca-ba...