Kamis, 13 Februari 2020

Aldila_Gresik_RCIP_NHW3

NHW 3 - WHEEL STRUCTURE 

IBU PROFESIONAL







Saya menjadi bagian dari Ibu Profesional semenjak tahun lalu, mengikuti Matrikulasi Batch 7 sebagai gerbang menuju langkah selanjutnya di Ibu Profesional. Saat itu semua member yang ingin bergabung di Ibu Profesional memang harus belajar dulu di kelas Foundation dan Matrikulasi, agar kita semua memiliki pandangan dan pijakan yang sama sebelum akhirnya nyemplung ke komunitas ini. Setelah selesai Matrikulasi barulah kita dianggap member regional, dan bisa mengikuti kegiatan rumbel maupun komunitas. Saat itu memang rasanya sebagai member Ibu Profesional, wadah atau sarana untuk belajar sangat banyak dan memudahkan kita. Namun, adakalanya kegiatan antar rumbel dan kegiatan IP lainnya overlapping dan akhirnya membuat member harus memilih.
.
Kemudian bulan Agustus 2019 ada rencana Regional Surabaya Raya akan dimekarkan menjadi 3 regional baru, dan pengurus IP Surabaya Raya membuat open recruitment untuk pengurus 3 regional tersebut. Disitu saya ingin mencoba mengambil amanah dan belajar untuk menghadapi tantangan dengan mendaftar menjadi pengurus di regional Gresik. Setelah pengumuman 3 regional baru yang lumayan bikin kami syok, kemudian adalagi pemberitahuan dari pusat tentang New Chapter Ibu Profesional 2020 di bulan November 2020.
.
Belum kami memulai menelaah tentang regional baru, muncul New Chapter ini lumayan bikin bingung teman-teman diawal. Apalagi semua member harus registrasi ulang dan orientasi dalam satu rumah di FBG Ibu Profesional yang membuat sekitar 25% member Gresik tertinggal karena tidak update informasi, dan ternyata ada 5 komponen yang mengharuskan member untuk menentukan pilihan. Intinya belum selesai urusan regional baru, muncul New Chapter yang membuat kami benar-benar saling membantu dari 0.
.
Kemudian, setelah mendalami New Chapter 2020 selama kurang lebih 2 bulanan ini banyak hal yang bisa saya dapatkan. Ternyata perubahan Wheel Structure Ibu Profesional memang harus dilakukan, mengingat semakin lama member IP semakin banyak. Seperti pernah Bu Septi sampaikan, jadilah kuda yang bisa berlari kencang, jangan menjadi gajah gemuk yang sulit bergerak. Sehingga tidak ada lagi yang terlalu sibuk mengambil banyak amanah, atau tidak aktif di semua platform. Nantinya diharapkan dengan adanya pilihan komponen, para member bisa berkontribusi aktif di masing-masing apa yang mereka pilih.
.
Pilihan 5 komponen di New Chapter Ibu Profesional membuat member memilih hal apa yang disukai dan diinginkan, tidak semua orang suka belajar, tidak sedikit orang yang suka berkomunitas, ada banyak member yang mempunyai usaha, ada yang tertarik dengan data dan kegiatan sosial. Sehingga masing-masing member bisa lincah bergerak kepada komponen yang diminati. Tidak seperti dahulu yang mengikuti semua kegiatan, yang aktif semakin aktif dan yang silent ya tidak terlihat. Sekarang kita bisa memilih untuk :
·         Suka belajar bisa mengikuti kelas Matrikulasi, Bunda Sayang, Bunda Cekatan dll di selasar Institut Ibu Profesional
·         Ingin mengembangkan diri sesuai minat bakat dengan mengikuti rumbel gabung ke Kampung Komunitas
·         Yang suka kegiatan sosial dan berbagi merapat ke Taman Sejuta Cinta
·         Tertarik dengan data dan mengolah data, ikut ke Laboratorium RCIP
·         Punya jiwa bisnis dan ingin mengembangkan usaha joint ke Bursa KIPMA
·         Bahkan yang silent reader gak mau ngapa-ngapain ada wadahnya, di FBG Ibu Profesional

Kenapa saya bersedia ikut kedalam kapal besar New Chapter Ibu Profesional, ada 2 hal yang membuat saya tertarik :
·         Sistem sudah terbangun dengan baik, dengan pilihan 5 komponen ini sebenarnya banyak keuntungan dan hal-hal baik yang bisa kita dapatkan. Apalagi saya yang tertarik dan belajar lebih dengan data mendapat kesempatan untuk bisa ikut dalam komponen RCIP. Dan menjadi member di komunitas, karena memiliki interest pada hobi memasak dan berbenah.
Nanti kalau ada pembukaan kelas Bunda Sayang inginnya juga ikutan, tapi sementara ini cukup 2 komponen dulu. Disini waktu saya tidak banyak yang terbuang, benar-benar beruntung bisa memilih hal-hal yang saya suka dan bisa
·         Seperti saya sebutkan diatas, ada 2 challenge untuk saya pribadi di New Chapter ini. Pertama perubahan organisasi New Chapter itu sendiri, dan yang kedua adalah regional Gresik sebagai regional yang baru lahir di tahun 2020. Sehingga akan membuat saya banyak belajar, dan saya ingin menjadi bagian dalam perkembangan Ibu Profesional Gresik ke depannya
 .
Terima kasih sudah membaca tulisan saya, mohon maaf apabila ada yang kurang berkenan J



Jumat, 07 Februari 2020

Aldila Ningtyas_Gresik_RCIP_NHW2.2

NHW 2.2 - SEJARAH IBU PROFESIONAL & DAUR HIDUP ORGANISASI







Setelah memahami tentang daur hidup organisasi, bagaimana menurut pendapat Anda?
Daur hidup organisasi adalah proses pertumbuhan dalam organisasi, seperti seorang anak yang baru lahir sampe dewasa semuanya memerlukan proses dan tantangan masing-masing. Dan setiap tahapan proses dalam daur hidup organisasi ada masa-masa sulitnya juga, yaitu krisis pertumbuhan yang berbeda-beda ditiap tahapannya.


Apakah ini sesuai dengan yang dialami oleh Ibu Profesional berdasarkan pengamatan Anda selama ini?
Yaa...daur hidup organisasi sesuai dengan Ibu Profesional. Tahap pertama (Tumbuh melalui Kreatifitas) adalah masa dimana Ibu Septi membuat Ibu Profesional  di rumahnya setiap Rabu. Hanya ada beberapa orang ibu yang belajar bersama.
Tahap kedua (Tumbuh Melalui Arahan) adalah saat mulai ada Institut Ibu Profesional dimana sudah ada system belajar dan tersebar di seluruh Indonesia.
Tahap ketiga (Tumbuh Melalui Delegasi) dimana Ada Institut Ibu Profesional dan Komunitas Ibu Profesional yang tersebar di beberapa wilayah di Indonesia. Di Institut Ibu Profesional bahkan sudah ada beberapa fasilitator yang memegang peranan di kelas belajar. Sehingga tugas mengajar para siswa tidak hanya dilakukan Ibu Septi saja
Tahap Keempat (Tumbuh Melalui Koordinasi dan Kontrol) mulai tumbuh saat ada beberapa regional di Indonesia dan dunia dan pada setiap regional memiliki pengurus lengkap dengan rumbelnya. Namun, segala kegiatan yang bersifat perkuliahan masih dihandle oleh pusat.
Tahap Kelima (Tumbuh Melalui Kerjasama) yaitu New Chapter 2020 ini, karena ada 5 komponen yang saling berkoordinasi dan memiliki fokus kegiatan sendiri-sendiri


Jika tidak, bagaimana daur hidup Ibu Profesional menurut Anda?
Untuk tahap keenam belum, sampai sekarang masih pada tahap kelima


Apakah yang harus dilakukan saat ini agar Ibu Profesional dapat terus memberi dampak baik bagi dunia?
Lebih banyak ibu yang mengenal  dan terdampak dengan adanya Ibu Profesional, begitupun saya saat sudah mengenal Ibu Profesional merasakan betul betapa menjadi Ibu itu tidak mudah dan harus semangat belajar. Semangat inilah yang harus ditularkan ke lebih banyak Ibu di dunia, agar generasi yang akan datang lebih sukses dengan ibu yang berilmu dan bahagia.
Sehingga Ibu Profesional harus lebih dikenal, lebih banyak memberi impact di masyarakat dan menggandeng pihak lain agar lebih banyak orang tahu bahwa Ibu profesional ada dan nyata manfaatnya J

Rabu, 05 Februari 2020

Aldila Ningtyas_Gresik_RCIP_NHW2

NHW 2 - Sejarah Ibu Profesional dan 

Daur Hidup Organisasi








1.       Dimanakah Ibu Profesional bermula? Bagaimana Ibu Profesional bermula?
Ibu Profesional bermula di rumah Bunda Septi di kota  Salatiga pada tahun 2011. Berawal dari Bunda Septi yang mensistematisasikan apa yang telah dipelajari dan dijalaninya dalam rangka memantaskan diri sebagai ibu dari anak-anak hebat. Sehingga beliau membuat format belajar yang telah diaplikasikan pada diri sendiri, dan membuka kelas di rumah setiap Rabu selama sembilanpuluh menit dari pukul sembilan pagi. Format belajar yang tadinya hanya diperuntukkan bagi diri sendirikemudian menarik minat ibu lain untuk turut belajar.

2.       Mengapa harus ada Ibu Profesional? Untuk apa Ibu Profesional didirikan?
Karena gerakan Ibu Profesional ini akan merevitalisasi makna ibu, peran ibu menjadi sangat berarti di mata semua perempuan. Menjadi ibu rumah tangga bukan lagi sebuah keterpaksaan dan pengorbanan melainkan PILIHAN yang luar biasa. Pada Ibu Profesional ada 3 fokus utama yaitu :
-          Pendidikan dan pelatihan ibu profesional
-          Cita-cita pengembangan sarana Ibu Profesional. Yaitu berupa pelatihan, media komunikasi, penelitian dan konsultasi demi mendukung gerakan Ibu Profesional
-          Jaringan kemandirian dimana pun berada, yang mengakibatkan gerakan ibu sebagai agen perubahan semakin besar dan mampu melahirkan bangsa berakhlak mulia karena hadir generasi yang dididik oleh Ibu Profesional

Ibu Profesional didirikan untuk memiliki kemampuan mengelola keluarga dengan sangat baik, meningkatkan rasa percaya diiri dan akan memiliki semangat untuk terus mengembangkan diri. Sehingga ibu diharapkan mampu menjadi agen perubahan bagi diri, keluarga dan masyarakat di sekitarnya.

3.       Apakah Ibu Profesional sejalan dengan visi anda?
Iya, karena visi hidup saya selalu berubah menuju kebaikan baik sebagai pribadi, istri, ibu maupun masyarakat sosial. Dan untuk menjadi lebih baik baiknya harus senantiasa belajar dan mengembangkan diri.
Hal ini sejalan dengan visi misi Ibu Profesional sebagai komunitas pendidikan perempuan yang unggul dan dapat berkontribusi kepada negara dengan cara membangun peradaban dari dalam rumah. Dan juga core values Ibu Profesional  selajar dengan apa yang saya ingin capai kedepannya.

4.       Mengapa Anda berada dalam roda Ibu Profesional? Untuk apa Anda berada dalam roda Ibu Profesional?
Karena saya ingin belajar dan mengembangkan diri sendiri dengan mencoba mengambil amanah pada roda Ibu Profesional. Saya ingin lebih banyak berkarya dan berbagi kebahagiaan dengan teman-teman lain di Ibu Profesional, dimulai dari lingkup Regional ini. Apalagi Regional Gresik adalah regional baru di tahun 2020 ini, sehingga tantangan dan kesempatan semakin banyak.

Selasa, 04 Februari 2020

Aldila Ningtyas_Gresik_RCIP_NHW1


NHW 1 - KOMUNITAS DAN PERADABAN







1.       Lihat tantangan apa yang ada di regional masing-masing
-          IP Regional Gresik adalah regional baru dengan pengurus baru, visi misi dan program kerja dari pengurus secara detail belum ada
-          Wilayah Regional Gresik yang luas, mulai dari bagian selatan di wringinanom sampai ujung utara daerah Panceng. Dan persebaran member yang tidak merata karena kebanyakan hanya ada di wilayah kota saja.
-          Masih ada member yang kurang aktif berpartisipasi baik online maupun offline
-          Belum ada Bank Data Member terupdate sampai dengan member Matrikulasi Batch 8
-          Belum ada program yang mengumpulkan/mengikat semua komponen menjadi 1


2.       Perubahan apa yang ingin dilakukan
-          Membuat Bank Data Member IP Regional Gresik mulai batch 1 sampai 8 yang mencakup data diri, ST30, portofolio selama di IP, potensi dan keahlian dalam waktu 3 bulan
-          Memetakan persebaran member IP Regional Gresik berdasarkan domisili, potensi, keahlian dan profesi sebulan setelah Bank Data Member jadi
-          Membuat Program Kerja komponen RCIP Regional Gresik minimal untuk rentang waktu satu tahun kedepan
-          Membuat timeline training untuk satu tahun kedepan berkoordinasi dengan komponen lainnya, agar terjadi sinergi dan tidak saling bertumpuk antar komponen
-          Membuat Workshop Pandu 45 dengan Ibu Septi dan Pak Dodik sebagai pembicara dalam waktu minimal 1 tahun kedepan
-          Membuat Seminar tentang tumbuh kembang anak dilihat dari sudut pandang psikologi bersama dengan lembaga psikologi independent dalam waktu 8 bulan kedepan
-          Membiasakan value zerowaste dalam setiap acara offline IP Regional Gresik


3.       Ceritakan ide ini ke teman pengurus yang satu tim
Setelah saya sampaikan tantangan dan perubahan yang ingin dilakukan ke teman-teman pengurus komponen RCIP melalui WAG, ada beberapa masukan dari teman di RCIP untuk menambahkan homesharing untuk semua member di semua komponen yang di arrange oleh RCIP. Setidaknya ada waktu sebulan sekali untuk mengenal member satu sama lain meskipun berbeda komponen dan memperkuat bonding antar member.



4.       Tuliskan ide perubahan dan aliran rasa setelah menceritakan ide tersebut dengan teman-teman pengurus lainnya
Alhamdulillah respon teman-teman sekomponen sangat baik, mendukung dan melihat ide-ide yang saya sampaikan sangat bisa diaplikasikan. Dan kami saling menambahkan serta memotivasi satu sama lain untuk membangun IP Gresik yang baru menetas ini untuk berproses menjadi lebih baik.
Oh iya, ini ada tambahan ide dari hasil sharing dengan teman-teman tadi.
-          Mengadakan Home Sharing setiap bulan dengan tema tertentu dirumah member secara bergantian dengan narasumber dari member IP Regional Gresik sesuai potensi dan passionnya


Jumat, 17 Januari 2020

Aldila_Task Lecture 15

KLASTER 3 - HALAMAN RUMAH





Gimana rasanya udah sampe Minggu ke 15 yang artinya jadi minggu terakhir dalam berbenah rumah? Rasanya nano-nano kayak permen itu, senang karena rumah mulai kelihatan berbeda gak kayak dulu nunggu Sabtu Minggu buat berbenah, sedih karena sebentar lagi harus menyudahi kebersamaan dengan teman-teman dan mbak Indri fasil tercinta. Yang jelas terima kasih banyak untuk segala bentuk dukungan saya bisa survive dan struggle dalam menjalani perkuliahan selama hampir 4bulan ini. Gemari Pratama adalah kuliah online kedua saya setelah Matrikulasi Ibu Profesional, namun kelas GP ini mempunyai durasi waktu yang lebih panjang dan lebih aplikable dalam mengerjakan tugas dari minggu ke minggu.
.
Kembali lagi ke task 15 denk, yaitu tentang halaman rumah yang alhamdulillah di rumah kami masih memiliki halaman. Kan jaman sekarang banyak perumahan dibangun “ngepres” sama jalan ndak punya taman bahkan resapan, bahkan ada juga yang sampe gak punya garasi parkir di depan rumah. Beruntungnya saat saya beli dan mentouch-up rumah (belum direnov, cuma dikasih pagar dan bikin dapur), segala sesuatu saya pikirkan dengan matang mulai dari carport untuk mobil walaupun waktu itu belum punya mobil, tandon tanam dan tandon atas karena di Gresik susah air jadi tandon harus besar, dan juga persiapan taman sepetak untuk ijo-ijoan dan refresh udara.

Taman depan rumah yang seuprit
.
Berbenah Minggu ini agak-agak tricky, alias saya bingung apanya yang dibenahi karena menurut saya clutter di halaman ada diatas jendela dan toolsbox bapake aja. Jadi sebenarnya dengan mendeclutter kedua barang ini sudah cukup. Tapi kenyataan mata, ada saja yang kurang-kurang alias main perasaan. Perasaan kok rumputnya kurang rata dan pitak ya, perasaan kok nata pot nya gak simetri sih, perasaan ini taneman kok itu-itu aja dan lain-lain. Jadi bingung sendiri mau diapain ini halaman depan rumah, dan berujung saya beres-beres aja dan dibersihin daripada bingung malah gak ada progres nanti.

Keadaan actual rumput pitak-pitak

.
Dan setelah mencoba berbenah halaman rumah akhirnya kumenyadari banyak hal, ternyata ada beberapa hambatan yang menghadang (ceileh bahasanya) yaitu :
a.    Rumput di taman pitak-pitak dan ada yang kering, hal ini disebabkan karena banyaknya bebatuan di area taman dan musim kemarau yang lumayan panjang kemarin. Jadinya rumput gajah mini di taman terlihat mengenaskan. Huhuhu...
b.  Tempat penyimpanan terbatas, hanya ada 1 toolsbox dan ditempatkan di area/rak yang tidak berkanopi sehingga kehujanan. Ini juga saya kebingungan awalnya mau naruh mana, akhirnya ditaruh diatas kotak pompa air.
c.     Area yang berkanopi hanya setengah dari halaman yaitu carpot untuk mobil, sisanya tidak karena taman dan rumah membutuhkan sinar matahari. Tapi efeknya ke sepeda motor 2 buah yang salah satunya kalo hujan jadi kehujanan/ditutup terpal
d.   Tidak adanya area jemuran di belakang rumah, sehingga taman juga difungsikan sebagi tempat jemur baju dengan menggunakan jemuran portable/yang bisa dipindah dan didorong yang penempatannya mengikuti sinar matahari (masih di area halaman rumah)
.
Dari beberapa hambatan diatas, tentunya butuh strategi penyelesaian biar lebih tertata dan nampak rapi halaman rumah. Gimanapun fasad depan rumah adalah first impression orang lewat, biar ndak keliatan kumuh ato berantakan.
a.     Untuk rumput yang pitak-pitak,akhirnya beli lagi 2 meter dan di re-plant. Mayan lah mumpung musim penghujan, semoga bisa numbuh subur, biar ndak rumput tetangga aja yg lebih hijau :D

Rumput di re-plant 

b.    Untuk toolbox yang keujanan karena ditaruh di rak yang tidak berkanopi, langkah selanjutnya ditaruh diatas cor-coran pompa air saja. Awalnya disini cuma ada box keset yang sedang tidak dipakai/setelah dicuci dan pot bunga, sehingga diswitch aja biar tools bapake gak karatan/jamuren gara-gara sering keujanan

Toolbox dan alat kebersihan ditaruh di pojokan teras

c.     Carport dalam waktu dekat belum ada pikiran/keinginan untuk dibikin full semua, karena selain agar sinar matahari bisa masuk kedalam rumah juga tanaman diteras/taman masih butuh matahari. Karena motor yang sering dipakae cuma satu, yang satunya dipepetin mobil biar ndak keujanan kalo ditinggal kerja. Nah nanti kalo dua-duanya dirumah dibeliin sarung motor aja biar gak basah/kotor kena ujan
d.     Kalo jemuran baju ini udah ndak ada space lagi jadi mau ndak mau ya harus ditaman, solusinya nyuci baju sering-sering aja biar gak numpur/buanyak jemurannya. Jadi 1 jemuran portable aja cukup buat jemur, plus kalo cuci sore jadi jemur malem pagi udah kering deh.

Jemuran di hari Minggu yang penuh 
.
Untuk R A S A mari kita breakdown satu per satu apakah sudah dipenuhi semua atau belum, berikut prinsip RASA menurut saya untuk halaman rumah :
Rapi dan Teratur
Setidaknya semua barang sudah punya tempat masing-masing sehingga tidak ada yang berserakan. Pot-pot didepan pagar juga ditata agar lebih rapi meskipun bentuk pot dan jenis bunga nya berbeda beda. Ada pot tempel dan pot gantung yang kesemuanya ditata di tempat berbeda-beda sehingga tidak terlihat penuh di 1 sisi saja.
Aman dan Nyaman
Mobil dan motor diparkir di dalam pagar (carport) saat malam hari pun terkunci, tidak kehujanan meskipun ada 1 motor yang kalo hujan deras terkena hujan tapi selalu saya usahakan ditutupi. Toh motor 1 ini seringnya dipinjam tetangga, jadi parkirnya pun dirumah tetangga.
Peletakan jemuran juga meskipun didepan rumah, selalu saya usahakan menjemur baju di malam hari dan tidak banyak-banyak agar tidak mengganggu pemandangan. Satu jemuran portable ini cukup, apalagi kalau hujan bisa digeser ke teras.
Sehat dan Bersih
Teras dan halaman selalu disapu setiap hari, bahkan sampai ke depan pagar juga serta tempat sampah didepan rumah. Oh ya, tempat sampah ini cuma keranjang saja tidak bertutup karena memang saya jarang sekali membuang sampah disini. Sisa konsumsi selain dipilah dan diolah yang benar-benar menjadi residu saya usahakan langsung buang ke TPS saat berangkat kerja, karena saya ndak suka ada sampah didepan rumah. Belum lagi kalo diacak-acak kucing liar ato tikus got, duh bisa tambah berasep deh mamak ini. Walaupun ada tukang sampah yang mengambil sampah 2x seminggu, tapi saya tetap memilih membuang sendiri sampah residu karena cuma sedikit dan biasanya sminggu juga sekali aja.
Alami dan Berkelanjutan
Alhamdulillah dirumah sudah membuat komposter ember untuk sisa konsumsi organik nabati, yang hewani saya kasihkan kucing liar saja. Pembuatan lubang biopori belum bisa direalisasikan karena taman itu ada tandon tanam sehingga tidak bisa dibuat lubang biopori. Kalo mau bikin bisa di jalan depan karena paving, cuma belum ijin RT/RW ndak berani.
Selain membuat komposter juga menanam tanaman hijau adalah langkah saya agar udara bersih dan ada cadangan oksigen di rumah.
.
Cara mempercantik halaman rumah ala saya adalah membuat taman ala-ala karena kalo disemen semua gak ada sentuhan alaminya, dan rumah yang sehat itu adalah rumah yang ada sirkulasi oksigen dengan baik. Berikut beberapa langkah mempercantik rumah saya :
·    Letakkan beberapa tanaman indoor diteras atau bisa juga tanaman yang butuh sedikit cahaya matahari ex : calathea, paku-pakuan, sirih-sirihan
·       Taruh bangku/kursi santai di teras untuk sekedar nunggu tukang sayur atau memakai sepatu

Tampilan teras rumah

·  Bikin taman kecil didepan rumah, tidak perlu tanaman-tanaman mahal. Hasil barter/adopsi tanaman tetangga dan teman pun gakpapa

Rak untuk tempat pot bunga menambah kesan asri

·       Jika lahan terlalu kecil, bisa buat vertikal garden. Saya bikin cor-coran pot di space dinding yang kosong untuk jadi taman vertikal
·    Tambahkan rumput agar sejauh mata memandang terlihat hijau, cuma perawatan rumput gajah mini seperti dirumah saya ini lumayan susah-susah gampang
·      Kalau didepan pagar masih ada space (bukan jalan) bisa diletakkan beberapa pot bunga agar tidak terlihat kosong
·    Untuk mempercantik tembok, ditambahkan nomor rumah, tulisan salam dan beberapa tanaman gantung

Nomor rumah dan tanaman gantung

·     Menanam tanaman konsumsi juga bisa di halaman rumah, seperti saya bahkan menanam tomat, cabe dan kangkung didepan rumah. Kan lumayan bisa dipetik untuk konsumsi pribadi juga
.
Sebelum saya selesaikan tugas ini, saya mohon maaf dulu ya mbak Indri ternyata schedule yang saya buat di task 5 dulu ada yang belum bisa saya kerjakan. Yaitu gudang yang sampai minggu ini belum tersentuh, rencana saya saat libur akhir tahun kemarin. Kenyataannya saya pulang kampung karena ibu abis umroh, dan minggu selanjutnya saya tepar alias sakit orang serumah juga. Jadi insya Allah untuk gudang akan saya (dan suami) kerjakan minggu depan ato minggu depannya lagi saat weekend. Gudang ini saya ndak bisa kerjakan sendiri karena saya gak bisa naik ketas, kan tangganya harus pake tangga A yang bikin saya deg-degan.
.
Finally, muakasih kepada semua pihak yang sudah mendukung saya sampai ke titik ini. Dari Dila yang freak sama kerapian tapi suka ngomel-ngomel jadi orang yang berusaha melakukan habit berbenah terus-menerus. Makasih ya mbak Indri fasil kesayangan untuk semangat-semangatnya, teman-teman sekelas yang selalu meramaikan dan menyemangati, pak suami dan Echa yang kooperatif dan mendukung perjalanan saya dalam berbenah dan cibiran netijen yang bilang kalo punya anak kecil rumah gak bisa rapi, nyinyiran kalian sungguh mendukung saya untuk berbenah. See you when I see you di kelas lainnya.
.
.
.
#Task15GP
#GP2
#GP2Kelas2
#angkatan2
#klaster3
#gemarihalaman
#menatadirimenatanegeri
#gemariclass
#metodegemarrapi
#indonesiarapi
#serapiitu
#segemariitu
#RASA

@cue_dil
Saya baper loh nulis tugas ini, karena pasti kangen nulis tugas diblog

Sumber Bacaan :
_Materi Klaster 3, Halam Rumah, Gemar Rapi, 2020_
_Foto-foto dokumentasi pribadi, 2

Jumat, 10 Januari 2020

Aldila_Task Lecture 14

KLASTER 3 – KAMAR MANDI 
& TOILETTRIES




Halo-halo ketemu lagi dengan blog tugas kelas, setelah 2 minggu kemarin libur akhir tahun yang lumayan ngerefresh pikiran (meskipun cuma leyeh-leyeh dirumah). Minggu ini saya masuk kelas lagi dengan materi kamar mandi dan toilettries. Sejujurnya berbenah kali ini cukup gak bikin pusing dan sedikit effort buat saya pribadi, karena secara perjanjian tidak tertulis kamar mandi adalah ranah pak suami untuk membersihkannya. Jadi tanpa disuruh, tanpa ngeliat waktu udah seminggu ato belum, kalau kamar mandi rasanya sudah agak licin ato kotor langsung lah dikosek dan dikuras sama pak suami.
.
Suami saya itu prinsipnya sama kayak di pembukaan materi Gemari Pratama kali ini, yaitu kebersihan seseorang dilihat dari kebersihan kamar mandi. Dan lagi beliau orangnya bersihan, suka cuci muka, kalo mandi ngabisin air jadi kamar mandi harus bersih biar doi betah mungkin ya berlama-lama disana. Tapi saya ya seneng juga sih, agak males kan ya kalo mesti nyikat keramik mending saya suruh beberes lain aja deh :D.



.
Sekedar informasi, kamar mandi di rumah kami hanya ada 1  ukurannya 2x2 mungkin. Memiliki bak dari keramik dan toilet jongkok, semuanya masih bawaan dari developer (belum diganti) kecuali kran air yang awalnya dari tandon depan diubah jadi saluran dari tandon atas biar kalo ngisi kamar mandi gak perlu nyalain pompa air. Itu ada wallborder didinding aslinya buat nutupi dodolan saluran air, karena abis didodoli belum dikeramik lagi sementara saya pakein wallborder keliling biar lebih rapi dan bersih. Oh iya, atap kamar mandi ini adalah cor-coran dan atasnya jadi gudang serta ada tandon air 1m3. Di Gresik mesti punya tandon sih, soalnya air susah jadi tandon tanam depan, dan atas harus dipastikan selalu penuh.
.


Ngomong-ngomong tentang kamar mandi ideal yang diidamkan, simple sih kalo saya yaitu yang ada airnya. Yakali meskipun kamar mandi bagus kalo gak ada airnya kan percuma juga, karena kemarau kemarin sempat ngalami kesusahan air pdam yang mood-moodan nyalanya sehingga sampe harus diirit-irit kalo mandi. Menurut saya kamar mandi asal bersih, wangi, sirkulasi udara ada dan gak ada kecoa itu sudah cukup, gak perlu yang harus ada bathup, toilet duduk bahkan shower. Orang saya ini kids jaman old, gak lega kalo gak mandi guyuran dan kalo mandi pake shower tuh rasanya kurang seger (meskipun katanya lebih hemat air). Toilet jongkok pun kan juga lebih sehat, meskipun gak ada masalah sih kalo pake toilet duduk. Yaa intinya kamar mandi ideal yang diidamkan yang kayak sekarang, tapi ganti warna keramik aja lah (ngelunjak) dan ganti bak yang dari batu alam :p
.
Sejauh ini dalam berbenah kamar mandi dan toilettries belum ada kendala sih, karena aslinya yang berbenah kan pak suami. Saya mah cuma bagian mastiin stok toilettries cukup dan ganti kalo persabunan habis sama sikat gigi rusak. Karena emang bebenah dengan rutin lebih memudahkan hidup.
.
RASA yaitu Rapi & Teratur, Aman & Nyaman, Sehat & Bersih dan Alami & Berkelanjutan. Sekarang mari kita bahas RASA satu per satu biar jelas dan yang gak Cuma ada di angan-angan semata :
*RAPI & TERATUR*
Toilettries sudah ditaruh di rak, sabun di tempat sabun dan pembersih serbaguna serta persabunan lain ditaruh di box di depan kamar mandi. Menjadikan kamar mandi terlihat lebih rapi dan juga teratur berdasarkan kategori masing-masing. Tempat baju kotor juga ada didepan kamar mandi dan bak mandi bayi digantung diatas agar lebih ringkas.




*AMAN & NYAMAN*
Kamar mandi aman buat anak karena Echa punya toilet training sendiri, dan ndak perlu naik-naik ke closet jongkok yang mungkin susah untuk anak-anak. Lantai selalu disikat sehingga tidak licin, dan jenis keramik yang kasar sehingga lebih aman selain itu juga ada keset agar air tidak keluar dari kamar mandi. Nyaman karena toilettries mudah dijangkau dan wangi.

*SEHAT & BERSIH*
Sepertinya sudah lumayan sehat kamar mandi dirumah  karena ada sandal jepit khusus dikamar mandi, selalu kering dan tidak licin (tidak ada lumut dan kerak), dan tidak perlu menunggu kotor untuk membersihkan kamar mandi.

*ALAMI & BERKELANJUTAN*
Secara umum masih belum sepenuhnya menggunakan bahan alami untuk toilettries dan cairan pembersih, masih 50 : 50 lah kira-kira. Untuk sabun sampo masih menggunakan merk yang ada di supermarket karena cari yang general bisa dipake saya dan suami (emak irit), skincare emang milih yang organik karena selain udah cocok pake itu juga mengurangi kandungan microplastik. Cairan pembersih kamar mandi pake ecoenzym, kadang-kadang sesekali masih pake yang merk V*xal kalo bandel banget. Tissue kamar mandi gak pake, karena kamar mandi dirumah kamar mandi basah tapi masih pake pengharum ruangan pabrikan. Oh iya, saya juga meletakkan tanaman sirih gading untuk pembersih udara di kamar mandi, kedepannya mau nambahin tanaman lain yang gampang perawatannya juga ahh.
.
Kebiasaan-kebiasaan baik terkait dalam rangka menjaga kebersihan dan kerapian kamar mandi adalah :
Kebiasaan Harian
Kebiasaan Mingguan
Menyiram kamar mandi dan closet sampai bersih setelah buang air
Menguras bak mandi dan menyikat seluruh dinding kamar mandi
Menjemur handuk setiap selesai dipakai
Mengganti handuk
Gayung & toilettries dikembalikan ke tempatnya setelah dipakai
Mengganti keset didepan kamar mandi
Toilettries kosong/habis dibuang/dikeluarkan dari kamar mandi
Selalu cek stok toilettries untuk belanja bulanan
Menyikat lantai kamar mandi setiap selesai mandi sore/malam
Mengganti sikat gigi setiap 1/2bulan sekali



.
Kira-kira begitulah cerita dari kamar mandi rumah kami, terima kasih banyak yang sudah mau membaca. Dan sampai jumpa di minggu depan, minggu terakhir yaitu minggu halaman rumah yang bikin lebih wow wow wow karena pr nya banyak.
.
.
.
#Task14GP
#GP2
#GP2Kelas2
#gemaripratama
#angkatan2
#klaster3
#gemarikamarmandi
#menatadirimenatanegeri
#gemariclass
#metodegemarrapi
#indonesiarapi
#serapiitu
#segemariitu
#RASA

@cue_dil
Jumat pagi yang mendung menemani menulis task ini
100119

Sumber Bacaan :
_Materi Klaster 3,Kamar Mandi & Toilettries,Gemar Rapi,2020_
_Doto-foto dokumentasi pribadi, 2020_


Jumat, 20 Desember 2019

Aldila_Task Lecture 13

Klaster 3 - Kamar & Ruangan Lainnya





Sudah masuk ke klaster 3 dan minggu-minggu terakhir sebelum kelas berakhir, rasanya gado-gado sih. Antara seneng karena habit yang baik sudah mulai tertanam dan jadi rutinitas, sehingga rumah selalu bersih dan rapi. Tapi sedih juga, soalnya nanti bakal pisah sama temen-temen dan mbak Indri yang selalu menyemangati tiap saya lagi mager beberes ato lagi gak mood. Yaa tapi 1 hal yang pasti, kelas gemari pratama ini membuat saya dan keluarga menjadi lebih baik, setidaknya bisa dilihat dari tampilan fisik rumah kami yang semakin hari semakin rapi dan bersih serta wangi.
.
Minggu ke 13 kita memasuki area berbenah kamar tidur dan ruangan lainnya, dirumah tidak terlalu banyak ruang sehingga saya lumayan enteng berbenahnya. Hanya ada halaman dan carport, teras mungil, ruang tamu (dan ruang serbaguna), kamar Echa, kamar utama, kamar mandi, dapur. Halaman dan teras akan masuk di materi 2 minggu lagi, kamar mandi materi minggu depan, dapur sudah dibahas di materi 8 & 9. Sehingga minggu ini ruangan yang akan dibenahi adalah kamar Echa, kamar utama (belakang) dan ruang tamu saja.
.


BEFORE : Kamar Echa

Kemudian akan saya persempit ya pembahasannya, jadi nanti kebawah saya akan membahas kamar (2 kamar) dan ruang tamu saja. Berbenah kali ini saya mulai dari kamar Echa dulu di hari Senin, karena barangnya cuma dikit (kasur, rak buku, drawer) jadi so simple aja beresinnya. Apalagi buku dan pakaian sudah diberesin di materi-materi sebelumnya. Jadi kemarin tinggal nata perintilan diatas rak buku dan toilettries sama skincare di keranjang aja. Eh, ada juga declutter beberapa botol toilettries yg ternyata udah abis belum dibuang. Sprei dan sarung bantal guling tidak diganti, karena saya rutin ganti tiap weekend. Ada yang lucu sih saat saya beresin kamar Echa, beberapa hasil karya gambar Echa yang ditempel didinding saya lepas, niatnya biar dindingnya polosan aja. Eh pas malem sebelum tidur ternyata dia ngeh “Bunda, gambarku mana?jangan dilepas” sambil mewek.  Akhirnya saya jelaskan kalau gambarnya saya simpan, biar ndak rusak. Hahaha...maafkan emakmu ya nak, saya lupa belum ijin ke yang punya kamar.

AFTER : Kamar Echa

.
Ruang selanjutnya adalah kamar utama,  alias kamar belakang sebenernya adalah kamar tidur untuk saya dan suami. Namun, karena Echa masih belum bisa pisah kamar (pisah kasur sudah) dengan kita sehingga kamar belakang ini nganggur.

AFTER : Kamar Belakang

Seringnya cuma dibuat tempat sholat, setrika ibuk rewang dan ruang ganti. Barangnya pun minimalis hanya ada lemari tanam, meja rias, TV yang gak pernah nyala  dan kasur yang bahkan plastiknya belum dibuka. Oh iya, dikamar ini juga ada mudroom ala-ala alias gantungan baju dan tas biar baju/jaket yang masih dipake tidak berkeliaran keseluruh rumah. Karena ndak banyak barang, yang diberesi dari kamar belakang adalah laci meja rias soalnya tanpa sadar saya suka masukin barang-barang dan printilan kedalam laci ini. Dan ternyata nemu banyak struk belanja, sama gelang/tali rambut/karet yang berserakan didalam laci.


AFTER : Mudroom Ala-ala dikamar belakang

.
Ruang ketiga dan terakhir adalah ruang tamu dan ruang serbaguna buat keluarga kami, karena diruang ini hampir semua kegiatan kami dilakukan. Ruangan ini digunakan untuk ruang tamu, ruang makan dan pojok bermain Echa. Mulai nerima tamu(kalau ada), liat TV, makan dan tempat bermain Echa juga jadi satu disini.

AFTER : Ruang tamu sebagai ruang serbaguna

Barangnya juga lumayan banyak ada sofa sak meja tamu beserta tv yang nempel didinding, rak aquarium & sepatu, kemudian ada meja makan sama kursinya dan rak dinding isi printilan homedecor, pojok bermain Echa yang sudah dijelaskan di materi mainan, dan ada dinding foto diantara pintu kamar depan dan belakang. Meja makan dan pojok bermain sudah diberesin, jadi tinggal touch-up aja kemarin. Yang dideclutter adalah 2 laci dibawah rak foto, dan CD di rak sebelah TV yang menghasilkan banyak perintilan tidak terpakai. Mainan, meja makan dan sepatu sudah diberesin di materi sebelum-sebelumnya.


.
Secara keseluruhan, hambatan dalam berbenah kali ini alhamdulillah tidak ada karena banyak yang sudah diberesin di kluster 1 dan 2 sehingga klaster 3 ini tinggal touch up aja sih. Apalagi kebiasaan-kebiasaan baik terkait berbenah sudah mulai digalakkan di keluarga kami, sehingga berbenah ruangan sudah seperti berbenah harian tidak perlu sampai lebay semua dikeluarin.

Hasil decluttering dari Kamar & Ruangan lainnya

.
Ruangan yang paling mudah dibenahi adalah kamar Echa, dan yang paling susah adalah ruang tamu. Why oh why, karena kamar Echa jenis barangnya gak banyak dan sudah diberesin di minggu-minggu sebelumnya jadi minggu ini bisa agak santai. Dan ruang tamu adalah ruang paling hectic dirumah, karena ruang serbaguna sehingga barangnya lumayan bervariasi. Pinginnya kayak ruang tamu skandinavian lain yang didominasi warna putih dan kayu terus barangnya dikit pake hiasan dry flower, nyatanya ruang tamu palugada dan warna warni mainan Echa :D
Gakpapalah, masa kecil adalah masa dia untuk bermain dan gak akan terulang kembali. Mumpung sekarang bisa memaksimalkan potensi anak jadi difasilitasi aja, nanti kalo udah besar juga bisa punya rumah ala homedecor.
.


Perubahan yang dirasakan setelah membenahi kamar tidur dan ruang lainnya yang paling kelihatan rumah jadi lebih lega. Lega karena barangnya secukupnya aja, cukup sama apa yang kita butuhkan. Dan tidak ada lagi barang-barang yang menunggu dipakai, atau bahkan tidak terpakai. PR selanjutnya (sambil nabung) pingin bikin backdrop TV plus lemari tanamnya biar rak sepatu dan rak aquarium bisa dkeluarin dan rumah lebih simple lagi. Bukankah “LESS IS MORE”  itu bagus kan ya?
.
.
.
#Task13GP
#GP2
#GP2KELAS2
#gemaripratama
#angkatan2
#klaster3
#gemarikamar
#menatadirimenatanegeri
#gemariclass
#metodegemarrapi
#indonesiarapi
#serapiitu
#segemariitu
#RASA


@cue_dil
Tugas terakhir sebelum liburan akhir tahun

Sumber Bacaan
_Materi Klaster 3, Kamar & Ruangan Lain, Gemar Rapi, 2019_
_Foto-foto dokumentasi pribadi, 2019_

Konferensi Perempuan Indonesia 2025 - Challenge 6

Challenge 6 : Perempuan Indonesia – Penjaga Lokalitas, Pelaku Aksi Global   Langkah 1 : Mengenali Perempuan Inspiratif Saya membaca-ba...