Selasa, 08 September 2020

Sejarah dan Resep Sego Mener

 Sego Mener, Sejarah dan Resep




Narsum : Fanny Anastasia
Waktu   : Senin, 7 September 2020

Adalah salah satu menu sayuran khas Gresik, dengan bahan utama kangkung dan disuguhkan bersama sambel pencit serta bali belut. Keunikan sego mener cara memasaknya seperti sayur bening, namun kangkung sebagai bahan utamanya dirajang dan dimasak dengan kuali besar serta entong untuk mengambilnya terbuat dari batuk kelapa. Di kampung-kampung sego mener dijual menggunakan rombong seperti penjual bakso, dihidangkan dengan sambal mangga sehingga ada sedikit rasa asam segernya.

Meskipun tidak seterkenal nasi krawu, menu ini juga banyak menjadi incaran warga gresik. Sego mener enak disantap saat pagi hari dengan lauk pendamping bali belut, ditambah tempe tahu dan juga peyek. Selain itu menu ini juga enak disantap dengan krawu, ikan goreng, gimbal udang, jeroan, pepes dan telur asin. Sego mener bisa didapatkan di daerah :

1.      Jalan Fakih Usman “Bu Zaenab”

2.      Jalan KH Kholil

3.      Bedila (daerah SMA NU 1 Gresik)

4.      Jalan akim kayat kebon “Mbok Margenah”

5.      Jalan MH Thamrin “Bu Wiwik”

6.      Jalan jaksa agung

7.      Depan Bata “Mbuk Marjani”




Resep sayur mener versi ibuk gresik.

SEGO MENER KHAS GRESIK

Bahan :

2 ikat kangkung,cacah

1/2 ikat kemangi

Secukupnya Labu putih (kenthi), potong kecil

Secukupnya garam gula

Secukupnya kaldu jamur

 

Bumbu halus :

4 butir Bawang merah

3 butir Bawang putih

2 cm Temu Kunci

1 butir Kemiri, sangrai

Secukupnya terasi matang

 

Cara Membuat :

Air sebanyak 1,5 liter direbus hingga mendidih

Bumbu halus dimasukkan, aduk rata

Sayur kenthi dimasukkan, tunggu hingga layu, masukkan kangkung masak hingga mendidih kurleb 5 menit matikan kompor.

Tes rasa, tambah garam gula kaldu, aduk.

Terakhir masukkan kemangi. Aduk rata. Tabur bawang putih goreng. Sajikan

 

SAMBEL PENCIT

Bahan :

1 buah mangga muda, serut 

2 cabe besar

10 Cabe rawit (jumlah sesuaikan)

Terasi matang

2 butir bawang putih

5 butir bawang merah

Jeruk limau

Secukupnya garam gula

 

Cara membuat :

Kupas mangga kemudian serut panjang.

Tumis cabai, b.putih, b.merah sampai layu. Kemudian tumbuk halus bersama terasi. Beri garam gula secukupnya. Kucuri air jeruk. Aduk.

Campur mangga dengan sambal. Aduk rata, sajikan.

Selamat Mencoba.

Senin, 07 September 2020

Tantangan 15 Hari Zona #1 Day 5

 Bunda Sayang - Komunikasi Produktif

Berteriak boleh ndak ?




Weekend kemarin saya dan suami libur kerja, kebetulan suami juga libur full soalnya biasanya lembur beliau. Tidak ada rencana untuk kemana-mana karena pandemi juga, saya belum berani ngemall dan sejenisnya. Kami hanya merawat taman keluarga dengan repotting beberapa tanaman serta memberi mereka pupuk sebagai agenda mingguan. Saya seperti biasa ada jadwal home education dengan Echa di Sabtu pagi dan minggu pagi jadwalnya Echa berenang. Bukan renang di kolam sih tapi renang di kolam plastik depan rumah alias “kungkum”.

.

Malam hari setelah makan malam saya mengajak Echa ke kamar, karena Senin pagi kerja jadi saya pingin leyeh-leyeh aja (haha). Saya mengambil buku dan membebaskan Echa untuk main boneka, baca buku ato ngerjain activity book. Saat sedang asyik2nya membaca tiba-tiba Echa berteriak di telinga saya

Echa      : BUNDAAAAA!!!!

Reflek kaget donk saya, langsung duduk dan melotot (T.T), kemudian saya dudukkan Echa dan menatap matanya.

Bunda    : Echa kenapa teriak ke bunda?

Echa      : Gakpapa (sambil wajah melas)

Bunda    : Echa ngomongnya bisa pelan aja?

Echa      : Bisaa

Bunda    : Bunda denger kok, jadi Echa gak perlu teriak-teriak gitu ke bunda

Echa      : (diam aja)

Bunda    : Kalo omongnya teriak gitu, telinganya bisa sakit. Jadi diulangi lagi gak?

Echa      : Enggak, Echa minta maaf ya Bunda

Bunda    : Iyaa (sambil menyodorkan tangan)

Echa      : Iki salim, guduk minta maaf (karena dia cium tangan saya)

Bunda    : hahaha...wes ayuk main petik buah jeruk aja

Echa      : Mana?

Bunda    : Ituu...

.


Dan akhirnya saya mengajak Echa untuk bermain memetik buah jeruk Hijaiyah, mungkin dia berteriak begitu karena kesepian saya tinggal baca buku dan mencari perhatian. Memang kadang-kadang Echa kalau ngomong berteriak, dan hal ini yang perlu saya perbaiki lagi kedepannya agar menjadi anak yang sopan dan lemah lembut.

.

Temuanku hari ini : Echa berusaha mencari perhatian dengan cara yang kurang baik

Tantangan yang dihadapi : Echa berbicara dengan berteriak kepada saya, saya masih ada reflek melotot

Rencana untuk esok hari : Dipuji kalau bicara lembut, saya sounding kalau berbicara lembut itu baik, mencontohkan berbicara lemah lembut

 


Bintang Hari ini : ****

#harike5

#tantangan15hari

#zona1komprod

#pantaibentangpetualang

#institutibuprofesional

#petualangbahagia

.

.

.

@cuedil

070920

Minggu, 06 September 2020

Tantangan 15 Hari Zona #1 Day 4

Bunda Sayang - Komunikasi Produktif

Main sama bunda ato teman ?


Semalam selepas magrib, kami biasanya makan malam bersama di meja makan. Kebetulan setelah saya masak simple, suami saya bilang mau keluar beli kerupuk karena memang suami sukanya makan dengan kerupuk. Echa ikut ayahnya keluar beli kerupuk di toko depan perumahan. Sepulangnya, dia bilang mau main diluar sama teman-teman. Yes, lingkungan rumah kami memang banyak sekali anak-anak dan sering main diluar bahkan tidak kenal waktu.

Echa      : Bunda, main sama tasya (temannya)

Bunda    : Makan dulu sama ayah dan bunda ya

Echa      : Nanti ikut ayah siram bunga (biar dia bisa main keluar)

Bunda    : Makannya dihabiskan dulu, trus bantu bunda beres-beres

.

Setelah makan Echa masih meminta ijin untuk keluar rumah, jika biasanya saya langsung katakan tidak untuk hari ini saya coba ambil nafas panjang dan beginilah percakapan kami

Echa      : Bunda, echa main sama tasya ya

Bunda    : Cha, bunda hari ini libur dan bunda kangen sama Echa. Bunda mau main sama Echa, kalo ditinggal main keluar trus bunda sama siapa?

Echa      : Sebentarrr aja bun, ayah siram bunga nanti Echa ikut

Bunda    : Echa gak kangen ya sama bunda?

Echa      : Kangen lah

Bunda    : Hari ini kita mau main rasa-rasa buah, Echa mau ikut bunda gak?

Echa      : Mau mauuuu

Dan begitulah akhirnya kami bermain, dia lupa kalo mau bermain keluar. Memang selama ini Echa tidak saya beri ijin untuk keluar setelah magrib, apalagi keadaan pandemi seperti ini membuat saya lebih berhati-hati lagi.

.

Namun, melihat banyak teman-temannya keluar rumah dan teriak-teriak bahkan kadang memanggil-manggil Echa tentulah dia juga ingin ikut bermain. Biasanya saya hanya mengatakan tidak, sudah malam waktunya belajar. Dengan komunikasi produktif, saya katakan keinginan saya agar echa dirumah karena saya kangen, saya rendahkan intonasi dengan ramah dan tidak marah-marah, saya berikan pilihan untuk bermain bersama saya daripada diluar. Dan ketiga kunci ini efektif saya gunakan berkomunikasi dengan Echa.

.

Alhamdulillah day 4 berjalan lancar, semoga hari-hari berikutnya juga lancar dan bisa mengubah saya untuk berkomunikasi lebih baik lagi.

.

Temuanku hari ini : Echa meminta bermain keluar setelah magrib

Tantangan yang dihadapi : Echa mencoba bernegosiasi dengan saya agar permintaannya dituruti

Rencana untuk esok hari : Berlatih merendahkan suara dan lebih bersabar

Bintang Hari ini : ⭐⭐⭐⭐⭐


#harike4

#tantangan15hari

#zona1komprod

#pantaibentangpetualang

#institutibuprofesional

#petualangbahagia

.

.

.

@cuedil

060920


 


Sabtu, 05 September 2020

Tantangan 15 Hari Zona #1 Day 3

Bunda Sayang - Komunikasi Produktif
"Bunda, Echa mau mandi"



Judul dari postingan ini adalah kalimat yang Echa ucapkan tadi pagi, sungguh saya senang sekali pagi ini no drama-drama Echa mandi pagi. Padahal biasanya kalo weekend dia lebih susah lagi mandinya, bisa jam7-8 pagi setelah saya menyelesaikan beberes rumah.
.
Jam6 Echa sudah bangun, sengaja kalo weekend emang saya gak bangunin pagi karena saya mesti masak dan beberes rumah dahulu. Bangun tidur trus nganterin berangkat kerja ayahnya sampe depan gerbang, kemudian dia masuk dan leyeh-leyeh. Saya sudah menyiapkan sarapan untuk Echa, semalam dia request spageti bolognese.
.
Bunda : Echa, spagetinya sudah matang. Boleh mandi dlu?
Echa : Ngko ae (nanti dulu)
Bunda : Okey, pagi ini mandi sama bunda ya. Ibuk gak kesini, libur
Echa : Aku maem sek
Bunda : Lho ya ndak loh, sek kepet kok maem sek. Sekarang jam 6.15, gimana kalo Echa mandi kalo jam di angka 4. Echa tau angka 4?
Echa : Tau, gini kan (menunjukkan jarinya)
Bunda : Ini empat, nanti klo jam nya di angka 4 Echa mandi ya
Echa : Heeh
.
Kemudian saya tinggalkan Echa untuk cuci piring di belakang, tiba tiba Echa menghampiri saya.
Echa : Sudah di angka 4 bunda, Echa mau mandi
Bunda : Alhamdulillah, ayuk sini sama bunda
.
Saya tinggalkan cucian piring, langsung memandikan Echa. Daripada saya tunda, nanti dia juga menunda mandinya karena saya sudah janji mandi di angka 4 kan. Begitulah pagi ini, 3 hari proses pendekatan dengan komunikasi produktif berakhir dengan indah karena Echa mandi dengan sukarela tanpa saya suruh dan paksa lagi 😊

Ini setelah mandi dan sarapan, karena moodnya baik dia anteng loh mewarnai pake magic waterpen. Hampir sejam saya tinggal masak, jemur baju dan bersih-bersih masih anteng. Makasih Echa kesayangan Bunda 🤗
.
Temuanku hari ini : Proses mengajak Echa mandi weekend pagi 
Tantangan yang dihadapi : Mencoba bernegosiasi dengan Echa untuk mengajaknya mandi
Rencana untuk esok hari : Besok sepertinya sudah gak urusan mandi lagi, saya mau pindah ke masalah menghabiskan makanan.hehe..


Bintang hari ini : ⭐⭐⭐⭐⭐

#harike3
#tantangan15hari
#zona1komprod
#pantaibentangpetualang
#institutibuprofesional
#petualangbahagia
.
.
.
@cuedil
050920

Jumat, 04 September 2020

Tantangan 15 Hari Zona #1 Day 2

 Bunda Sayang - Komunikasi Produktif

Bye Drama Mandi Pagi



Hari kedua tantangan 15 hari saya masih mengambil moment tentang mandi pagi, kenapa? Karena kemarin belum berhasil 100%, Echa masih perlu bujuk rayu dan alasan kedua karena saya ingin menjadikan kebiasaan ini sebagai sesuatu yang dilakukan dengan senang hati tanpa drama di pagi hari. Kalau biasanya Echa pake nangis, pake teriak, pake ngerengek kalo diajakin mandi pagi, akankah beberapa hari kedepan masih seperti itu?

.

Pagi ini setelah jalan pagi bersama ayahnya, Echa melungker di sofa sambil memeluk selimut kesayangannya. Saya dekati dia, mencoba menurunkan nada suara paling rendah sambil berbisik kepadanya

Bunda    : Biasanya kalau pagi begini setelah jalan-jalan Echa ngapain?

Echa      : Bobok lagi

Bunda    : Lho iya kah? Gak mau mandi biar seger dan wangi? Itu “kethek” nya di mata dibersihin

Echa      : Gak mau, ngko ae

Bunda    : Echa mau mandi sama bunda ?

Echa      : Gakkk (sambil teriak)

Bunda    : Atau sama ayah?

Echa      : Sama ibuk aja (re:rewang pulang hari)

Bunda    : Oh yasudah, bunda mandi ya?

Echa      : Lho bunda kerja ?

Bunda    : Iya, hari ini kan Jumat jadi bunda kerja. Besok Sabtu bunda libur

Echa      : Lhoooo....ayah kerja juga?

Bunda    : Iya (sambil membawa baju ganti)

Echa      : Bunda mw kemana?

Bunda    : Mandi donk, biar seger

Echa      : Ikuttttt (setengah merengek)

Bunda    : Mau dimandiin bunda? Digendong apa jalan sendiri?

Echa      : Gendongggg

Bunda    : Okeyyyy

.

Dan saya menggendong Echa ke kamar mandi, tidak ada adegan pemaksaan lepas baju hari ini bahkan dia tidak teriak-teriak saat saya guyur dengan air dingin. Biasanya padahal penuh drama dan airmata perkara mandi pagi ini, meskipun setelah mandi ketawa-ketawa karena seger mungkin ya. Hari ini malah Echa gak mau keluar dari kamar mandi karena dia masih mau main air, kalau gak karena ayahnya mau mandi juga paling masih betah dia. Menyenangkan juga less drama mandi ini, setidaknya saya akan coba beberapa hari kedepan sampai menjadi habit yang baik.

.

Temuanku hari ini : Mengajak mandi pagi Echa tanpa rengekan dan air mata

Tantangan yang dihadapi : Echa tidak langsung mau, perlu dibujuk dulu dan masih sedikit berteriak

Rencana untuk esok hari : Sounding sebelum tidur, membacakan buku tentang kebersihan diri sebelum tidur, membuat mood baik dengan mengajak nature walk dahulu

 


Bintang Hari ini : ****

#harike2

#tantangan15hari

#zona1komprod

#pantaibentangpetualang

#institutibuprofesional

#petualangbahagia

.

.

.

@cuedil

040920


Kamis, 03 September 2020

Tantangan 15 Hari Zona #1 Day 1

 Bunda Sayang - Komunikasi Produktif : 

Mandi Pagi itu Menyenangkan





Setelah menunggu lebih dari setahun untuk belajar ilmu mendidik anak, tibalah saya di zona 1 yaitu Komunikasi Produktif. Rasanya memang ini materi kunci untuk 12 bulan kedepan, komunikasi pembuka segala ilmu. Jalan ninja untuk memudahkan kita dalam menyampaikan informasi atau gagasan. Materi ini sangat saya butuhkan, karena jujur cara berkomunikasi saya memang cenderung kurang baik dan saya sadar hal itu. Semoga setelah mendapatkan materi komunikasi produktif dan melatih diri untuk terbiasa menggunakannya kedepan cara berkomunikasi saya bisa menjadi lebih baik.

.

Tantangan pertama ini awalnya mau saya tuliskan komunikasi dengan suami, namun karena suami saya orang yang cenderung pendiam dan nurut rasanya nanti gak ada dinamika. Sehingga saya memilih melakukan tantangan ini bersama Echa, anak perempuan saya yang berusia 3 tahun 8 bulan. Usia yang sedang aktif-aktifnya, penasarannya tinggi dan juga banyak tanya. Doakan ya semoga latihan dalam 15 hari ini untuk memulai komunikasi produktif berjalan lancar.

.

Dari hasil family forum kemarin, saya dan suami memutuskan untuk mencoba komunikasi produktif ke Echa di pagi hari saat kami menyuruhnya mandi. Saya adalah ibu bekerja di ranah publik, setiap pagi sebelum berangkat ke kantor saya memastikan Echa sudah mandi dan sarapan. Namun, kegiatan mandi pagi ini biasanya penuh drama, nangis lah gak mau mandi, minta mandi sama bunda padahal saya masih masak atau bahkan diguyur air sambil nangis2. Tapi ya tetap kami paksaan hal itu setiap pagi, niat saya biar dia terbiasa karena dia berada pada periode sensitifitas keteraturan.

.

Semalam coba saya sounding-sounding dulu tentang mandi pagi tanpa nangis. Saya bicara dengan Echa setelah membacakan buku sebelum tidur, dengan intonasi yang sangat pelan dan mennggunakan kalimat-kalimat pendek.

“Echa besok bangun pagi ya, terus mandi. Mandinya gak usah nangis ya, berangkat sendiri”

Echa menggelengkan kepalanya, kemudian saya melanjutkan.

“Mandi sama ayah apa sama bunda?”

“Echa kan good girl, jadi mandi sendiri gak disuruh bunda”

Dan dia tetap tidak menjawab, kemudian pergi tidur.

 

Hari Pertama :

Pagi ini seperti biasa setelah sholat subuh saya memasak untuk makan Echa dan bekal saya serta suami. Jam 5 saya minta suami untuk membangunkan Echa dan mengajaknya jalan pagi disekitar rumah. Memang kami sudah pembagian tugas setiap pagi, tugas saya memasak dan mencuci piring, suami membangunkan Echa kemudian mengajaknya jalan pagi dan memandikan.

Setelah jalan pagi saya minta Echa untuk mandi, tapi dia tidak mau dan menjawab nanti saja bunda. Sambil menggoreng telur dadar kuhampiri Echa

Bunda    : Echa waktunya mandi ya sayang, habis ini kita sarapan sama bunda

Echa      : Nanti aja bun

Bunda    : Yasudah 5 menit lagi Echa berangkat mandi ya, bunda capcay udang dan telur dadar kesukaan Echa

Echa      : 10 menit ya bun

Bunda    : (saya ambil hp dan nyalakan alarm) 7 menit ya, kalau hp bunda bunyi Echa berangkat mandi

Echa      : (menggeleng)

Bunda    : Mau mandi sama bunda ?

Echa      : Gak mau

Bunda    : Mau mandi sama ayah ?

Echa      : (diam aja)

Kemudian saya selesaikan memasak dan meminta tolong suami untuk mengajak Echa mandi. Setelah alarm hp saya berbunyi, suami meminta Echa untuk pergi ke kamar mandi tetapi saya mendengar rengekan Echa gak mau. Kemudian, tiba-tiba dia berlari kearah saya didapur dan saya menunduk

Bunda    : Echa mandi sama ayah atau bunda ?

Echa      : Sama bunda aja

Bunda    : Baiklah, ayuk dilepas dulu bajunya

Echa      : Aku mau pake baju ini lagi

Bunda    : Yang warna kuning ya, kan echa punya 2. Yang biru ini udah bau kan semalem dipake

Echa      : Iyaa

Begitulah akhirnya, Echa mandi tanpa menangis dan paksaan meskipun lumayan panjang proses membujuknya diawal ya. Rencana untuk besok saya sounding lagi malam hari, kemudian memberikan pujian karena tadi sudah mau mandi tanpa nangis dan masih memberi pilihan daripada saya suruh-suruh.

 

Dan beginilah fotonya setelah mandi, memakai baju kuning yang dia inginkan dengan wajah ceria. Karena kalo mood dia baik, saya dan suami berangkat bekerja juga lebih lega dan gak kepikiran.

 

Bintang hari ini 3 deh, karena belum berjalan mulus 100%. Semoga besok tidak ada rengekan dan proses yang panjang lagi. Semangattt

#harike1

#tantangan15hari

#zona1komprod

#pantaibentangpetualang

#institutibuprofesional

#petualangbahagia

.

.

.

@cuedil

030920







Rabu, 19 Agustus 2020

Aldila_Diving

 Wahana Game 4 : Diving



Minggu ini adalah minggu ke 4 dari kelas Pra Bunsay yang berarti minggu terakhir materi dan Games. Wahana kali ini kita diajak untuk Diving, yaitu menyelami diri sendiri dengan guide mbak Maria Ulfah Manager HRD RCIP Nasional. Mbak Maria memberikan saya insight dan pemahaman baru tentang Kerangka Berfikir & Piramida Ibu Profesional yang selama ini belum saya dapatkan di materi IP manapun. Tentulah ini sangat berguna karena disini kita membahas tentang korelasi piramida bawah yang merupakan sarana belajar yang ada di IP dan piramida atas yaitu output/kualitas yang diharapkan ada pada member IP. Kedua piramida tersebut akan bertemu di satu titik yaitu Akhlak Mulia.

.

Kemudian saya mencoba menyelami diri saya sendiri dan terlempar ke 5 tahun lalu saat persiapan menikah, tidak ada ilmu sama sekali yang saya cari. Hanya membaca beberapa buku-buku tentang pernikahan. Alhamdulillah setelah 3bulan menikah kami langsung dikarunia buah hati, saat-saat hamil itu saya kalang kabut karena tidak punya pengalaman dan tempat belajar sama sekali. Segala macam buku dibaca, sharingan mommygram hingga web dan blog ibu-ibu saya perhatikan semua. Dampaknya saya tsunami informasi, bingung yang mana yang harus saya prioritaskan dan pelajari lebih. Ditambah setelah kelahiran putri kami Asi saya tidak kunjung keluar karena ilmu yang minim. Saya sempat stress karena panik dan terlalu idealis.

Ditambah lagi saya butuh aktualisasi diri, jaman sekolah hingga kuliah saya terbiasa dengan organisasi. Jarang pulang kerumah tepat waktu karena jadi panitia acara ataupun ikut kegiatan diluar sekolah. Semenjak menikah hidup saya hanya seputar kerjaan kantor dan rumah, bahkan di lingkungan rumah banyak yang tidak tahu nama saya karena tetangga memanggil dengan nama suami. Kemudian saya baca postingan kakak kelas di instagram tentang tugas Matrikulasi, berujung saya tanya-tanya dan merasa inilah yang saya cari. Belajar untuk menjadi pribadi, istri dan ibu yang lebih baik dengan terstruktur dan tersystem dengan rapi.

.

Hari ini, hampir 19 bulan saya bergabung dengan Ibu Profesional dan telah banyak yang saya lewati. Menjadi salah satu member pemekaran IP Surabaya Raya dan sekarang ikut ke IP Gresik, belajar di kelas Matrikulasi dengan format lama dan Bunda Sayang New Chapter serta bergabung mengambil amanah sebagai pengurus Regional. Apa yang saya dapatkan di Ibu Profesional jauh diatas ekspektasi saya saat pertama kali bergabung. Dulu saya fikir hanya mendapat ilmu yang terstruktu, ternyata saya mendapatkan ilmu apapun dalam hidup, mendapatkan support system serta teman-teman seperjuangan ditanah rantau. Dila yang sekarang adalah seseorang dengan sifat pembelajar, percaya diri dan berusaha untuk mendahulukan keluarga diatas segalanya.

.

Tujuan/Nilai hidup saya sekarang menjadi pribadi, istri dan ibu yang senantiasa belajar untuk meraih keluarga bahagia dunia akhirat dengan membagi kebaikan.

Dari nilai hidup saya diatas ada kesamaan dengan kerangka berpikir Ibu Profesional yaitu bersungguh-sungguh dan terus menerus mengembangkan diri. Sifat pembelajar inilah yang terus ingin saya jaga seumur hidup karena kita sedang belajar di Universitas Kehidupan. Semoga Piramida Ibu Profesional bisa saya lakukan dengan bahagia sehingga menghasilkan output yang baik dan bertemu di titik akhlak Mulia. Aamiin yaa robbal alamien...

.

.

.

@cuedil

190820

Konferensi Perempuan Indonesia 2025 - Challenge 6

Challenge 6 : Perempuan Indonesia – Penjaga Lokalitas, Pelaku Aksi Global   Langkah 1 : Mengenali Perempuan Inspiratif Saya membaca-ba...