Selasa, 06 Oktober 2020

Tantangan 15 Hari Zona #2 Day 6

Pie Susu Made in Echa

Melatih Kemandirian Anak




Cooking & Baking adalah salah satu lifeskill yang harus dimiliki ank, eh baking gak harus sih cuma kalo suka ya silahkan. Kebetulan Echa lagi suka banget bikin-bikin kue. Saya yang awalnya sama sekali gak tertarik di dunia baking harus mulai melirik dan belajar dalam rangka memfasilitasi interestnya Echa. Jadilah selalu ada stock tepung, gula, meses, coklat, selai, bp bs dll yang nangkring dirumah.

Awalnya juga Echa Cuma ngaduk-ngaduk aja sih, kemudian nuang-nuang. Sekarang saya sudah bisa mulai bisa memberikan instruksi dan eksekusinya full Echa.


Temuanku

Usia Echa, anak semata wayang saat ini 3 tahun 9 bulan. Target kemandirian yang ingin dilatihkan adalah belajar membuat kue pie susu. Belajar dalam hal ini semua dilakukan oleh Echa, saya hanya memberikan instruksi saja.

Sengaja saya pilih kue yang simple dengan resep takaran sendok agar Echa bisa berlatih menghitung, menuang, mengaduk juga mendengarkan instruksi dengan baik.

Strong Why

Kegiatan sederhana membuat pie susu memang terlihat biasa saja, namun bagi anak kegiatan ini sangat komplek. Dan juga memiliki banyak manfaat, apalagi anak terbiasa dengan kegiatan baking akan memudahkan kedepannya saat dia diminta membantu kita didapur. Atau bahkan untuk keperluannya sendiri, saat kita sedang tidak dirumah atau sakit anak bisa mengurus dirinya sendiri.

Strategi Untuk Melatih Kemandirian
Karena Echa meminta untuk membuat Pie Susu saya turuti saya, daripada saya paksakan membuat kue lain tapi dia tidak suka. Karena kue ini adalah salah satu favorit Echa, sehingga dia akan dengan senang hati mengerjakan tanpa diminta. Saya hanya bilang tepung sekian sendok, susu sekian dsb Echa sudah bisa menuang, mengaduk bahkan membuat kulitnya sendiri. Untuk finishing masih saya bantu dan juga menggunakan kompor saat memasak susu.




Sukses apa aku hari ini
Bahagianya bisa melihat Echa berbinar-binar melakukan aktifitas yang dia sukai, meskipun kegiatannya sederhana namun manfaatnya luar biasa apalagi dalam proses melatih kemandirian anak.

Tantangan Hari ini
Tantangannya karena Echa ini anaknya 11-12 mirip saya ngeyelannya, jadi saat diberikan instruksi ya agak-agak ngeyel. Diminta masukin 3 sendok ditambahi dikit, alhasil vla nya kemanisan. Tapi its okey namanya juga belajar yang penting masih enak.


Ingin Sukses apa esok hari?
Echa berhasil membuat kue Pie Susu bersama Bunda.


Rasaku Hari ini
Bahagia


Respon Ananda
Bersemangat

 

#harike6

#tantangan15 hari

#zona2kemandirian

#institutibuprofesional

#pulaubentangpetualang

#petualangbahagia



@cuedil

061020


Senin, 05 Oktober 2020

Tantangan 15 Hari Zona #2 Day 5

 Ketika Makan Ambil Sendiri

Melatih Kemandirian Anak





Membaca Mentari Pagi hari ini di FBG Pantai Bentang Petualang langsung membuat saya merasa nyess, menyentuh sampai ke hati. Apa yang telah saya persiapkan untuk anak saya bisa menghadapi kehidupan kedepan. Apakah saya akan membiarkannya tergantung pada orang lain, atau membuatnya bisa bertahan dan percaya diri dengan dirinya.

.

Terkadang hal simple yg kita anggap sepele, adalah practical skill yang harus dikuasai dan dibutuhkan anak-anak kita. Dan coba memberi mereka sedikit kepercayaan dan tanggungjawab untuk melakukannya sendiri.


Temuanku

Usia Echa, anak semata wayang saat ini 3 tahun 9 bulan. Setiap makan biasanya saya tawari Echa dengan pertanyaan sedikit atau banyak, namun kali ini saya memberi kesempatan Echa untuk mengambil nasid an lauk pauk sesuka dia. Dengan catatan harus dihabiskan nanti.

Strong Why

Memberikan tanggungjawab kepada Echa, simple sih cuma ambil makanan. Tapi saya mengajarkan apa yg kita ambil harus dihabiskan, jadi dia tidak akan menyia-nyiakan makanannya dan mengambil secukupnya. Hal ini penting, karena jangan sampai anak tahu makannya saja tapi tidak peduli dengan sisa makanan.


Strategi Untuk Melatih Kemandirian
Pertama saya selalu saya tanya dia malam sebelum tidur besok mau dimasakin apa, karena dia minta sayur bening dan dadar jagung sayapun menurutinya. Pagi tadi selesai mandi saya coba minta dia mengambil piring dan mengambil nasi sendiri, tidak worry karena memang barang-barang dirumah sudah disesuaikan dengan ukuran anak dan tidak terlalu tinggi. Sehingga Echa tidak kesulitan untuk mengambil makanan.



Sukses apa aku hari ini
Melatih Echa untuk mengambil nasi dan lauk sendiri untuk makan paginya.

Tantangan Hari ini
Echa saya minta ambil makan sendiri tuh awalnya maruk, diciduki nasi ampe hampir penuh sepiring. Cuma saya ingatkan lagi yg sudah diambil harus dihabiskan, jadi akhirnya dia balikin dan yg dibawa secukupnya seporsi dia makan.


Ingin Sukses apa esok hari?
Menaruh piring kotor ke wastafel setelah makan dan minum. Agar dia terbiasa disiplin terhadap barang-barang miliknya sendiri


Rasaku Hari ini
Bahagia


Respon Ananda 
Bersemangat

 

#harike5

#tantangan15 hari

#zona2kemandirian

#institutibuprofesional

#pulaubentangpetualang

#petualangbahagia


Minggu, 04 Oktober 2020

Tantangan 15 Hari Zona #2 Day 4

 Echa Mau Baju yang Mana?

Melatih Kemandirian Anak





Menyiapkan keperluan pribadi kadang terlihat sepele, kita menganggap itu buka hal yang besar. Namun, tahukah kalau anak yang terbiasa dilayani akan menjadi pribadi yang malas dan juga gampang memerintah.

.

Tentu saja kita tidak menginginkan hal tersebut bukan? Maka mulai latihlah anak perlahan-lahan untuk mulai menyiapkan keperluannya. Kadang, sedikit effort dan kesulitan akan menjadikan anak kita terbiasa dan tidak gampang menyerah.


Temuanku

Usia Echa, anak semata wayang saat ini 3 tahun 9 bulan. Perkara membersihkan tempat tidur sebelum dan setelah bangun pagi telah dilatihkan, sekarang saatnya belajar menyiapkan baju, bedak dan sisir sebelum mandi.

Strong Why

Sesimple hidup itu tidak harus dilayani, kadang mampu membuat pilihan sendiri bahkan lebih baik. Makanya saya minta dia untuk mengambil keperluannya sendiri sebelum mandi sehingga dia bisa memilih baju favorit yang akan dipakai.

Strategi Untuk Melatih Kemandirian
Bangun tidur Echa minta untuk sarapan dulu, karena dia kemarin request daging teriyaki dan saya masakkan itu tadi pagi. Setelah makan saya minta untuk mandi, dan dia mengiyakan.

Namun tidak seperti hari-hari biasa yang baju, bedak dll yang selalu saya siapkan, saya memintanya untuk mengambil baju sendiri suka-suka dia. Echa bersedia mengambil keperluannya sendiri, tapi ya tidak dengan waktu yang sebentar karena banyak tawar menawarnya. Tuh foto bawah dia mau ambil dress bunga-bunga yang saya taruh di laci paling atas



Sukses apa aku hari ini
Mulai membiasakan Echa untuk menyiapkan keperluannya sendiri sebelum mandi.

Tantangan Hari ini
Tawar menawar dalam memilih baju yang akan dipakai, Echa mau pake dress bunga-bunga saya larang karena cuma dirumah.
Setelah agak lama baru deh dia mau ambil baji yang lain, tapi yang dipilih baju tidur lengan panjang 😑


Ingin Sukses apa esok hari?
Setelah mengambil baju sendiri, besok coba melatih Echa untuk melepas dan memakai baju sendiri. Karena sekarang, masih sering saya bantu untuk 2 aktifitas ini.


Rasaku Hari ini
Bahagia


Respon Ananda 
Bersemangat

 

#harike4

#tantangan15 hari

#zona2kemandirian

#institutibuprofesional

#pulaubentangpetualang

#petualangbahagia


Sabtu, 03 Oktober 2020

Task Percobaan Gemari Madya

 What should I prepare?




Setelah menunggu hampir 8 bulan akhirnya pendaftara kelas Gemari Madya dibuka, rejeki juga karena bisa dapat seat mengingat kelas ini very limited seat dan jadi rebutan alumni kelas Gemari Pratama selama 3 batch. Setelah belajar tentang menata rumah di GP, saya akan belajar menata diri di GM ini. Kenapa menata diri itu penting? Masih inget gak pas GP dulu, rumah saya yang kata beberapa orang rapi ternyata masih mengandung banyak clutter.

.

Bagaimana dengan diri ini? yang suka gak mindfull, multitasking, pikiran masih ruwet, jarang olahraga, makan suka-suka. Mungkin clutter jiwa pada saya juga banyak, namun gak ngeh aja sih dan karena sudah terbiasa jadi menganggap its okey, Im fine. Nah, karena saya ingin memperbaiki diri secara pribadi lebih dan lebih baik lagi, maka saya memilih untuk belajar di kelas ini. Bersama teman-teman yang 1 tujuan, fasil yang kece juga menantikan materi yang pasti no kaleng-kaleng.

.

Trus saya liat tentang timeline dan materi kan kemarin, uwowww amazing sekali. Bener-bener 4 bulan padat merayap deh. Tapi gakpapa, berarti saya harus mengecek jobdesk harian, mengatur waktu lebih ketat lagi dan tentu saja mengikhlaskan jatah nonton drakor berkurang 🤣 Mungkin ini cara dari Allah biar waktu hidup lebih berfaedah daripada sekedar ngedrakor 🤭

.

Karena 4 bulan bukan waktu yang singkat dan juga task nya ada macem-macem mulai harian, mingguan dan bulanan sehingga saya harus mulai bikin strategi nih biar bisa mengikuti kelas dengan lancar dan mengamalkan ilmu dengan baik. Kira-kira dibawah ini beberapa strategi dan persiapan saya :

.

Niat yang baik

Bismillah niat untuk mencari ilmu, semoga menjadi pribadi yang lebih baik. Niat adalah step pertama sebelum melangkah, apa yang menjadi niat kita itulah nanti yang akan kita dapatkan. Makanya niat itu sangat penting, karena pada saat proses belajar nanti ada hal-hal yang mungkin sebagai halangan kita akan kembali mengingat niat. Sehingga bisa mengatasi permasalahan.

Siapkan buku tulis

Simple sih, tapi buku salah satu tools penting untuk kelas ini. Karena materi GM bukan pdf yg gampang dbuka dimana aja, namun brupa web dgn password jadi saya pilih menulis hal-hal penting untuk mengikat ilmu. Sudah mulai sih dari kemarin beberapa hal yg perlu diingat selama Kuliah saya tulis disana. Memang belum terpisah dgn kelas lain, karena saya juga sedang mengikuti kelas online lain yg butuh dicatat. Tujuannya sih sebenernya biar gak banyak buku, 1 untuk semua 🤗

.

Waktu khusus menyimak materi

Jam online di kelas 2 GM kali ini malem, rada sesih sih sebenernya karena jam online saya pagi sampai sore dan malam untuk keluarga. Tapi karena banyak yg voting sore yasudah mau gmn lagi ngikut kan. Sehingga saya pilih untuk mengalokasikan waktu sesuai dengan jam diskusi, meskipun gak selalu full 1jam namun harus diusahakan dan dipaksakan untuk bisa ikut diskusi. Karena keaktifan juga masih dinilai di kelas GM ini

.

Gelas yang kosong dan rasa ingin tahu

Tahu kan setiap kita akan belajar baiknya menyiapkan hati dan pikiran seperti gelas yang kosong yaitu tidak merasa sudah tahu, namun ambil semua ilmu dan bertanya jika memang kurang jelas. Sehingga apa yang kita pelajari akan lebih maksimal dan juga barokah. 

.

HP & PC/laptop untuk belajar

Selain buku tulis tentulah tools yang penting untuk disiapkan adalah HP dan PC. Karena kedua benda ini akan sangat penting dalam proses belajar (apalagi pake app slack enakan pke PC) dan mengerjakan tugas. Cek memori hp, jangan sampai kepenuhan.

.

Komitmen dan Konsistensi

Waktu 4 bulan bukan merupakan eaktu yang singkat, sehingga komitmen diawal harus selalu kita pegang. Apalagi tugasnya ada macem-macem kan, konsistensi kita diuji disana. Apakah hanya menjadi dila yang biasa saja atau dila yang luar biasa sehingga bisa menakhlukan step ini.

.

Support system aka keluarga

Saya taruh terakhir tapi support system ini menurut saya paling penting. Dukungan keluarga bisa berbentuk kelegowoon hati istri/bundanya megang hp saat famtime. Atau suami yang bersedia dititipi Echa saat saya belajar, bahkan Echa yang bermain sambil saya mencatat. Mereka adalah alasan kenapa saya belajar, dan mereka jugalah yang mendukung saya untuk belajar.

.

Kira-kira begini persiapan saya menyambut kelas Gemari Madya, selain tentu saja asupan yang bergizi 🤭 Bismillah semoga bisa mengikuti kelas dengan baik hingga wisuda. Aamiin...

.

.

.

#menatadirimenatanegeri

#percobaantaskGM

#gemarimadya


@cuedil

031020


Tantangan 15 Hari Zona #2 Day 3

 Yuk Kita Bereskan Tempat Tidur

Melatih Kemandirian Anak





Kemandirian anak itu adalah hal yang harus dilatih, kuncinya di konsistensi dan sedikit tega. Memang awalnya tidak mudah, apalagi untuk anak. Berada di zona nyaman yang apa-apa dibantu tentulah lebih enak daripada mengerjakan sesuatu yang menurutku sulit karena jarang atau belum pernah dilakukan.

Namun, sesekali menawari dan memberikannya kesempatan adalah salah satu cara untuk mengenalkannya terhadap keterampilan hidup yang akan memudahkannya dalam menjalani hari-hari.


Temuanku

Usia Echa, anak semata wayang saat ini 3 tahun 9 bulan. Setelah kemarin dia diberi kesempatan untuk membersihkan tempat tidur sebelum tidur malam, hari ini saya mengajaknya untuk merapikan tempat tidur setelah bangun pagi.

Strong Why

Saya ingin melatih kemandirian ini karena membiasakan kebersihan dan kerapian sejak kecil penting untuk membentuk habit baik yang ada pada dirinya. Dan juga melatihnya bertanggung jawab terhadap barang-barang miliknya, seperti selimut, guling dan bantal serta kasur.

Strategi Untuk Melatih Kemandirian
Pagi ini saya ingin mengajak Echa untuk mulai terbiasa membersihkan tempat tidurnya sendiri setelah bangun pagi. Tapi tidak langsung sesaat setelah bangun tidur, karena saya lihat dia masih ngalem jadi saya biarkan dulu.

Setelah mulai sadar dan bisa diajak ngobrol, saya ajak dia kekamar untuk beresin tempat tidurnya. Ternyata Echa mau, bahkan sangat antusias menata bantal dan guling, kemudian melipat selimut (meskipun kurang rapi tapi saya apresiasi) dan mendirikan kasurnya.

Alhamdulillah ternyata tidak sia-sia meanamkan nilai kebersihan dan kerapian dari kecil, karena anak juga akan merasa tidak nyaman kalau berantakan.


Sukses apa aku hari ini
Melatih Echa untuk membersihkan tempat tidur setelah bangun pagi, tinggal setiap hari dibiasakan agar menjadi habit yang baik.

Tantangan Hari ini
Sebenarnya tidak ada tantangan hari ini karena latihan berjalan lancar, namun cara melipat selimut Echa belum rapi dan masih perlu dicontohkan


Ingin Sukses apa esok hari?
Apa ya? Sepertinya meminta Echa belajar menyiapkan keperluannya sendiri, seperti mengambil baju sebelum mandi.


Rasaku Hari ini
Bahagia


Respon Ananda 
Bersemangat

 

#harike3

#tantangan15 hari

#zona2kemandirian

#institutibuprofesional

#pulaubentangpetualang

#petualangbahagia


Jumat, 02 Oktober 2020

Tantangan 15 Hari Zona #2 Day 2

 Sapu ini buat apa bunda ?

Melatih Kemandirian Anak





Setelah kemarin melatih kemandirian untuk makan sendiri, hari ini atau lebih tepatnya tadi malam saya coba untuk melatihkan hal yang lain. Berhubung Echa sedang tertarik dengan hal-hal yang berbau kebersihan, saya minta dia untuk membantu saya bersih-bersih


Temuanku

Usia Echa, anak semata wayang saat ini 3 tahun 9 bulan. Target kemandirian yang ingin dilatihkan adalah membersihkan tempat tidur sebelum tidur menggunakan penebah

Strong Why

Saya ingin melatih kemandirian ini karena membiasakan kebersihan dan kerapian sejak kecil penting untuk membentuk habit baik yang ada pada dirinya.

Strategi Untuk Melatih Kemandirian
Semalam sebelum tidur saya membersihkan tempat tidur dengan penebah, Echa yang melihat hal yang saya lakukan kepo donk. Dia penasaran dengan penebah yang saya pegang dan bilang kalo ini tuh sapu. Saya menjelaskan asal, bentuk dan cara menggunakannya. Setelah memberi contoh, saya tawari Echa mencoba sendiri untuk membersihkan tempat tidurnya.




Sukses apa aku hari ini
Ternyata memang kalau anak diberi penjelasan, dicontohkan dan diberi kesempatan untuk mencoba dia akan lebih tertarik dan mau melakukan hal itu dengan senang hati. Saya berhasil untuk melatih Echa membersihkan tempat tidurnya sendiri

Tantangan Hari ini
Setelah mengajak untuk membersihkan tempat tidur sebelum tidur, untuk bangun tidur masih belum mau membersihkan sendiri karena kalau bangun tidur masih suka ngalem sama saya atau ayahnya


Ingin Sukses apa esok hari?
Echa membersihkan dan merapikan tempat tidurnya setelah bangun tidur


Rasaku Hari ini
Bahagia


Respon Ananda
Bersemangat

 

#harike2

#tantangan15 hari

#zona2kemandirian

#institutibuprofesional

#pulaubentangpetualang

#petualangbahagia


Kamis, 01 Oktober 2020

Tantangan 15 Hari Zona #2 Day 1

 Echa mau makan sendiri?

Melatih Kemandirian Anak



Assalamualaikum, berjumpa kembali dengan saya disini pada tantangan zona 2, huehehehe...Seneng sih dapet ilmu baru lagi, dan juga praktek tentunya biar lebih merasuk materinya. Melatih Kemandirian Anak, materi yang sangat penting menurut saya. Karena seringkali orangtua terlalu memanjakan dan menuruti segala kemauan anak sampai terlupakan sebenarnya usaia anak sudah bisa apa aja sih. Nah, karena dapat materi ini saya jadi mulai melist dan membuat tahapan-tahapan kemandirian untuk Echa.


Temuanku

Usia Echa, anak semata wayang saat ini 3 tahun 9 bulan. Target kemandirian yang ingin dilatihkan adalah makan sendiri dengan rapih.


Strong Why

Saya ingin melatih kemandirian ini karena ketrampilan makan adalah salah satu ketrampilan hidup yang harus dikuasai. Dan juga agar anak tidak terbiasa dengan kemudahan, sehingga menjadi anak yang tangguh dan mandiri.


Strategi Untuk Melatih Kemandirian

Pagi ini seperti biasa, setelah bangun tidur saya mengajak Echa mandi dan sarapan. Kalau hari-hari kemarin Echa sarapan selalu saya atau suami suapi biar cepat karena saya keburu berangkat kerja, pagi ini coba saya sounding dan tawari dulu. Saya suapin 2 sendok pertama, kemudian saya bilang kalau mau nyiapin bekal ayahnya jadi Echa makan sendiri ya. Lauk sudah saya potong-potong sehingga dia lebih gampang makannya



Sukses apa aku hari ini

Alhamdulillah Echa mau makan sendiri, dibawah ini saya foto dia diam-diam dari dapur. Sepiringpun habis loh dia makan sendiri. Proud of you chaa




Tantangan Hari ini

Untuk sayurannya masih belum dihabiskan, salah satu alasan saya suapin karena sayurnya saya sembunyikan dibawah nasi biar makan sayur. Kalau makan sendiri, dia lebih picky dan sayurnya ndak habis.


Ingin Sukses apa esok hari?

Echa menghabiskan makanannya dan juga sayurnya


Rasaku Hari ini

Bahagia


Respon Ananda 

Bersemangat


.
.
.
@cuedil 011020



Konferensi Perempuan Indonesia 2025 - Challenge 6

Challenge 6 : Perempuan Indonesia – Penjaga Lokalitas, Pelaku Aksi Global   Langkah 1 : Mengenali Perempuan Inspiratif Saya membaca-ba...